Senin, 09 September 2013

Tiga Pilar Pulau Komodo

Diposting oleh Unknown di 04.35
Hello Readers??


Ketemu lagi bareng Gue, Khatarina Meldawati Pasaribu dalam @Khata_Melda.

Selama beberapa waktu kedepan gue bakal menemani kalian para Reader yang sedang nongkrong didepan layar monitor dengan materi yang pastinya kece banget dan sayang untuk dilewatkan.

Oke, penasaran materi apa yang akan kita bahas hari ini??

Materi hari ini adalah.. jreng..jreng..jreng… Pulau komodo :) yoi..yoi.. Pulau yang kini jadi destinasi pariwisata dunia. 


Readers punya mimpi pergi kesana? Atau malah Readers udah pernah pergi kesana?

Kalau saya pribadi sih Readers, pulau ini masih betah aja tercatat dalam daftar impian alias belum pernah kesana. Buat Readers yang nasibnya seperti saya jangan sedih, karena saat ini saya akan mengupas habis mengenai pulau komodo. Nah, buat Readers yang sudah pernah pergi kesana, jangan buru-buru buat mengclose laman ini, karena ada info menarik yang mungkin terlewat saat Readers berkunjung ke pulau komodo. Dijamin gak bakal nyesel deh Readers buat setia sampai akhir membaca tulisan saya kali ini. Dikasih garansi deh, kalau Readers sudah baca tulisan saya sampai akhir, tapi Readers kecewa, Readers boleh kok lempar layar monitor Readers pakai cangkir yang ada disebelahnya trus buang ketong sampah. Heheh… Peace, becanda Readers, pokoe tak jamin ga bakal nyesal :)



Jalan-Jalan Kepulau Komodo

Oke, first of all.. Kita akan bahas keindahan pulau komodo terlebih dahulu nih readers.. 


Ini beberapa foto tempat yang wajib Readers kunjungi kalau sudah sampai di Pulau Komodo. Foto ini saya rujuk dari Balai Taman Nasional Komodo Readers:)

Pertama kita ke Loh Liang dulu ya Readers..


                                                      Dermaga Loh Liang

Loh Liang merupakan pintu masuk dan daerah wisata utama di Pulau Komodo Readers. Kalau Readers berkunjung kemari dipastikan Readers ga bakal mati gaya deh. Ada banyak aktivitas yang dapat dilakukan di Loh Liang yang pastinya akan membuat Readers merasa waktu cepat banget berlalu dan tak ingin pulang. Ini nih kegiatan yang boleh Reader lakukan selama di loh Liang mulai dari mengamati satwa komodo, rusa, babi hutan, pengamatan burung, pendakian (Loh Liang - Gunung Ara), penjelajahan (Loh Liang - Loh Sebita), Photo hunting, video shooting sampai Menyelam dan snorkeling di Pantai Merah (Pink beach).

 
                                  Pink Beach
Brrrrrss.. tahu apa yang saya banyangkan Readers? Saya membayangkan saya menginjakkan kaki saya dipasir genit yang berwarna pink itu, kemudian selangkah demi selangkah demi selangkah saya mendekati airnya yang jernih. Hingga akhirnya kaki saya dibenami oleh sejuknya air Pink Beach. Lama kelamaan setengah dari tubuh saya sudah menyatu dengan air, hingga akhirnya pesona Pink Beach membuat seluruh tubuh saya larut didalamnya. Huahh.. Readers jadi benar-benar gak sabar menunggu kesempatan berhaga itu menghampiri saya. 

“Ayo dong datang..”  Saya mondar-mandir, sambil melihat jam tangan dan masih setia menunggu kesempatan berkujung ke Pulau Komodo datang diiringi soundtrack Menunggumu - Peterpan (feat. Alm. Chrisye)
Oke, balik lagi. Kalau readers menyelam di Pink Beach, ini salah satu keindahan yang bakal menghipnotis mata Readers

 
                                 Hydnophora di perairan Pink Beach

Setelah dari Loh Liang, yuk capcus ke Loh Buaya di Pulau Rinca Readers :)

Loh Buaya merupakan pusat kunjungan wisatawan di Pulau Rinca Readers. Nah aktivitas yang dapat Readers lakukan disini adalah menyaksikan hutan bakau, padang savana serta satwa liar misalnya komodo, rusa timor, kerbau liar, monyet ekor panjang, kuda liar serta berbagai jenis burung (Loh Buaya - Wae Waso, Loh Buaya - Golo Kode). Readers juga bisa photo hunting, video shooting, pengamatan kalong di Pulau Kalong (depan Kampung Rinca) dan pengamatan batu balok di kampung Rinca. 

 
                                      Pintu gerbang Loh Buaya

                                         Savanna di Loh Buaya


                                      Koloni kelelawar di Pulau Kalong 


                                             Puncak bukit Golo Kode

Masih merujuk pada data dari Balai Taman Nasional Komodo nih Readers. Ternyata ada 42 dive site di dalam kawasan TN. Komodo yang sering dikunjungi oleh wisatawan mancanegara untuk menyelam dan snorkeling loh Readers. Ini dia daftarnya:




Berkenalan Dengan [Komodo] Tuan Rumah

Setelah kita puas berkeliling Pulau Komodo, sekarang giliran kita berkenalan dengan tuan rumah yuk Readers. Siapa lagi kalau bukan…



Komodo.. Yup, reptil yang satu ini sekarangkan lagi ngetop-ngetopnya dan berkali-kali menjadi trending topic Readers. Yang ngaku sebagai anak gaul seharusnya kenal dong sama si Komodo:)

Komodo dalam bahasa latin disebut sebagai Varanus komodoensis Readers. Oleh masyarakat setempat biasa Komodo dinamakan Ora.

Komodo (Varanus komodoensis) menjadi reptil terbesar di dunia karena mempunyai panjang tubuh mencapai 3.13 meter dan berat sekitar 166 kilogram. Komodo memiliki ekor yang sama panjang dengan tubuhnya, dan mempunyai sekitar 60 buah gigi yang bergerigi tajam masing-masing sepanjang sekitar 2.5 cm.
Lidah komodo panjang, berwarna kuning dan bercabang. Komodo jantan berukuran lebih besar daripada komodo betina, dengan warna kulit dari abu-abu gelap sampai merah batu bata.


Meskipun penampilannya menyeramkan, komodo bukanlah hewan pemburu yang aktif Readers. Jadi jangan terlalu parno ya :) Komodo merupakan predator yang sabar. Di alam liar, komodo biasanya memburu mangsa yang lemah atau sudah terluka.

Komodo atau Ora dalam bahasa setempat, aktif pada siang hari, walaupun terkadang aktif juga pada malam hari. Komodo adalah binatang yang penyendiri, berkumpul bersama hanya pada saat makan dan berkembang biak. Reptil terbesar di dunia ini dapat berlari cepat hingga 20 kilometer per jam pada jarak dekat, dapat berenang menyelam hingga sedalam 4.5 meter. Komodo juga pandai memanjat pohon menggunakan cakar mereka yang kuat. Untuk menangkap mangsa yang berada di luar jangkauannya, komodo dapat berdiri dengan kaki belakangnya dan menggunakan ekornya sebagai penunjang tubuh.
 Kece juga nih Komodo kalau lagi berdiri

Ini klasifikasi ilmiah untuk Komodo Readers, jadi kalau muncul disoal ujian biologi, readers bisa jawab :) Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Reptilia; Ordo: Squamata; Upaordo: Autarchoglossa; Famili: Varanidae; Genus: Varanus; Spesies: Varamus komodoensis

Sebelum lanjut keinfo berikutnya yuk kita saksikan dulu tayangan berikut  ini Readers..



Gimana tayangannya Readers? Membuat informasi Readers semakin lengkapkan? 


Kisah yang Terlewat dari Pulau Komodo



Okedeh readers, sebelum saya menutup kebersamaan kita, diakhir cerita ada satu rahasia yang jarang banget terungkap kemedia tentang Komodo dan mungkin Readers belum tahu.

Apa itu??

Readers pasti bakal terkejut deh. Karena ternyata si Komodo punya kembaran Readers.

No Readers.. Kembarannya bukan sesama Komodo Readers. Saya juga sedikit shok waktu mngetahui hal ini.

Ternyata si Komodo punya kembaran berwujud manusia..

Readers ga percaya??

Dahulu kala nih Readers, konon katanya..

Asal usul Komodo sendiri sebetulnya merujuk pada seorang perempuan. Hah?? Pasti Readers makin penasaran.. Perempuan yang dimaksud apa? Komodo perempuan??

Syahdan, dalam sebuah cerita rakyat (folklore) Suku Komodo, ada seorang putri dari dunia mistis yang tinggal di Pulau Komodo. Putri tersebut dipanggil dengan sebutan Putri Naga. Mungkin purti ini masih satu keluarga sama dewa-dewa naga yang sering kita liat di TV readers.:) Mungkin loh ya:)

Putri yang cantik jelita ini kemudian menikah dengan seorang manusia bernama Majo. Dari pasangan itulah Readers, lahir sepasang bayi kembar, lelaki dan perempuan. So swet ya Readers bisa punya bayi kembar, laki-laki dan perempuan pula lagi pasti bayinya imut-imut deh :) Trus apa hubungannya sama komodo, itu yang ada dibenak Readers kan?? Sabar dulu Readers ternyata bayi kembar yang dilahirkan tidak seimut yang ada dipikiran kita.

Bayi lelaki yang dilahirkan memang berwujud manusia. Bayi laki-laki ini kemudian diberi nama Gerong dan dibesarkan layaknya manusia bersama manusia lain. Nah, disini letak jawaban atas pertanyaan para Readers. Bayi perempuan yang dilahirkan ternyata berbeda dari bayi biasanya. Bayi perempuan ini berbentuk Komodo dan diberi nama Ora. Karena bukan berwujud manusia, Ora dilepaskan dan tumbuh besar di hutan. Mereka berdua tumbuh semakin hari semakin dewasa. Kasihannya, baik Gerong maupun Ora tak pernah tahu kalau kalau mereka memiliki saudara kembar Readers.

Suatu hari yang cerah nih Readers, dimana matahari tersenyum dan memberikan sinar terbaikknya. Gerong dengan gagah berani sedang berburu rusa di hutan. Setelah “phussshh..” panahnya tepat mengenai tubuh seekor rusa, Gerong merasa sangat senang. Tapi, ketika akan mengambil rusa buruannya, Gerong dikejutkan dengan munculnya seekor kadal besar dari semak-semak dan menyantap rusa hasil buruan Gerong. Gerong yang terkejut segera mengambil tombaknya dengan maksud membunuh kadal besar itu. Seandainya saya ada saat itu, pasti saya akan bilang begini sama sih Gerong.

“Ops..Opss.. tahan dulu. Jangan sakiti Ora, Gerong. Dimasa depan Komodo termasuk salah satu binatang yang dilindungi loh.”

Tapi sayang karena saya tidak ditakdirkan berada dijaman itu, ibunya si Geronglah yang muncul dan meyelamatkan Ora.

“Jangan membunuh binatang itu. Dia adalah Ora, saudara perempuanmu. Aku melahirkan kalian bersamaan. Selama Sembilan bulan kalian berbagi tempat dirahimku. Anggaplah dia sebagai sesamamu, karena aku yang telah melahirkan kalian” kata sang Putri Naga alias ibunya Gerong.

Nah readers, menurut penuturan tetua-tetua suku Komodo. Sejak saat itu, manusia Suku Komodo keturunan Gerong hidup rukun dengan para komodo keturunan Ora. Karena itu pula, para penjaga hutan di Taman Nasional Pulau Komodo adalah masyarakat Suku Komodo. Suku Komodo dipercaya bisa berkomunikasi dengan komodo.



Tapi sayang Readers karena kita terlalu sering hanya terlalu memandang kearah Komodo, kita jadi terkesan melupakan saudara kembar mereka yaitu suku Komodo. Ternyata yang terancam punah bukan cuma Komodo loh Readers. Kembarannya suku komodo juga terancam punah. Masih mendingan nih Readers, Komodo sekarang sudah ada upaya pelestarian yang dilakukan oleh pemerintah. Lah nasib suku Komodo?? Mereka bahkan tak tersentuh oleh hingar-bingar kepopuleran Komodo belakangan ini.

Suku Komodo yang kini memiliki populasi sekitar dua ribu orang ini seringkali luput dari perhatian para wisatawan yang datang berkunjung juga pemerintah Indonesia. Bahkan nih Readers kepopuleran mereka jauh dibawah Komodo itu sendiri.



Ancaman kepunahan Suku Komodo dapat kita identifikasi karena di Pulau Komodo sendiri nih Readers, masyarakat Suku Komodo lebih terbiasa menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris untuk berkomunikasi. Tradisi yang menjadi identitas suku komodo pun saat ini terkesan menghilang dari kehidupan masyarakat Suku Komodo dan sulit ditemui.

Readers, Yuk jaga keindahan alam Pulau Komodo, Kelestarian Komodo dan Budaya serta Tradisi Suku Komodo. Kita tidak boleh memandang yang satu dan mengabaikan yang lain. Ketiganya adalah anugrah Tuhan yang wajib dijaga. :)

Sampai disini dulu kebersamaan kita ya Readers.  Yuk bye..bye :)


Referensi:
wikipedia.org/
http://komodo-park.com/

0 komentar:

Posting Komentar

 

@Khata_Melda Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | Ugg Boots Sale | web hosting