Ketemu lagi bareng Gue,
Khatarina Meldawati Pasaribu dalam @Khata_Melda.
Selama beberapa waktu
kedepan gue bakal menemani kalian para Reader yang sedang nongkrong didepan
layar monitor dengan materi yang pastinya kece banget dan sayang untuk
dilewatkan.
Oke, penasaran materi
apa yang akan kita bahas hari ini??
Materi hari ini
adalah.. jreng..jreng..jreng… Pulau komodo :) yoi..yoi.. Pulau yang kini jadi
destinasi pariwisata dunia.
Readers punya mimpi pergi kesana? Atau malah Readers udah pernah pergi kesana?
Readers punya mimpi pergi kesana? Atau malah Readers udah pernah pergi kesana?
Kalau saya pribadi sih Readers,
pulau ini masih betah aja tercatat dalam daftar impian alias belum pernah
kesana. Buat Readers yang nasibnya seperti saya jangan sedih, karena saat ini
saya akan mengupas habis mengenai pulau komodo. Nah, buat Readers yang sudah
pernah pergi kesana, jangan buru-buru buat mengclose laman ini, karena ada info
menarik yang mungkin terlewat saat Readers berkunjung ke pulau komodo. Dijamin
gak bakal nyesel deh Readers buat setia sampai akhir membaca tulisan saya kali
ini. Dikasih garansi deh, kalau Readers sudah baca tulisan saya sampai akhir,
tapi Readers kecewa, Readers boleh kok lempar layar monitor Readers pakai
cangkir yang ada disebelahnya trus buang ketong sampah. Heheh… Peace, becanda
Readers, pokoe tak jamin ga bakal nyesal :)
Jalan-Jalan
Kepulau Komodo
Oke, first of all..
Kita akan bahas keindahan pulau komodo terlebih dahulu nih readers..
Ini beberapa foto tempat yang wajib Readers kunjungi kalau sudah sampai di Pulau Komodo. Foto ini saya rujuk dari Balai Taman Nasional Komodo Readers:)
Ini beberapa foto tempat yang wajib Readers kunjungi kalau sudah sampai di Pulau Komodo. Foto ini saya rujuk dari Balai Taman Nasional Komodo Readers:)
Pertama kita ke Loh Liang dulu ya Readers..

Dermaga
Loh Liang
Loh Liang merupakan pintu masuk dan
daerah wisata utama di Pulau Komodo Readers. Kalau Readers berkunjung kemari
dipastikan Readers ga bakal mati gaya deh. Ada banyak aktivitas yang dapat
dilakukan di Loh Liang yang pastinya akan membuat Readers merasa waktu cepat
banget berlalu dan tak ingin pulang. Ini nih kegiatan yang boleh Reader lakukan
selama di loh Liang mulai dari mengamati satwa komodo, rusa, babi hutan,
pengamatan burung, pendakian (Loh Liang - Gunung Ara), penjelajahan (Loh Liang
- Loh Sebita), Photo hunting, video shooting sampai Menyelam dan snorkeling di
Pantai Merah (Pink beach).

Pink Beach
Brrrrrss.. tahu apa
yang saya banyangkan Readers? Saya membayangkan saya menginjakkan kaki saya
dipasir genit yang berwarna pink itu, kemudian selangkah demi selangkah demi
selangkah saya mendekati airnya yang jernih. Hingga akhirnya kaki saya dibenami
oleh sejuknya air Pink Beach. Lama kelamaan setengah dari tubuh saya sudah menyatu
dengan air, hingga akhirnya pesona Pink Beach membuat seluruh tubuh saya larut
didalamnya. Huahh.. Readers jadi benar-benar gak sabar menunggu kesempatan
berhaga itu menghampiri saya.
“Ayo dong datang..” Saya mondar-mandir, sambil melihat jam tangan
dan masih setia menunggu kesempatan berkujung ke Pulau Komodo datang diiringi
soundtrack Menunggumu -
Peterpan (feat. Alm. Chrisye)
Oke, balik lagi. Kalau readers menyelam di Pink Beach, ini
salah satu keindahan yang bakal menghipnotis mata Readers

Hydnophora di
perairan Pink Beach
Setelah dari Loh Liang, yuk capcus ke Loh Buaya di Pulau Rinca Readers :)
Loh Buaya merupakan pusat kunjungan
wisatawan di Pulau Rinca Readers. Nah aktivitas yang dapat Readers lakukan
disini adalah menyaksikan hutan bakau, padang savana serta satwa liar misalnya
komodo, rusa timor, kerbau liar, monyet ekor panjang, kuda liar serta berbagai
jenis burung (Loh Buaya - Wae Waso, Loh Buaya - Golo Kode). Readers juga bisa photo
hunting, video shooting, pengamatan kalong di Pulau Kalong (depan Kampung Rinca)
dan pengamatan batu balok di kampung Rinca.

Pintu gerbang
Loh Buaya
Savanna di Loh Buaya

Koloni
kelelawar di Pulau Kalong
Puncak bukit Golo Kode
Masih merujuk pada data
dari Balai Taman Nasional Komodo nih Readers. Ternyata ada 42 dive site di
dalam kawasan TN. Komodo yang sering dikunjungi oleh wisatawan mancanegara
untuk menyelam dan snorkeling loh Readers. Ini dia daftarnya:

Berkenalan Dengan [Komodo] Tuan Rumah
Setelah kita puas
berkeliling Pulau Komodo, sekarang giliran kita berkenalan dengan tuan rumah yuk
Readers. Siapa lagi kalau bukan…

Komodo.. Yup, reptil yang
satu ini sekarangkan lagi ngetop-ngetopnya dan berkali-kali menjadi trending
topic Readers. Yang ngaku sebagai anak gaul seharusnya kenal dong sama si
Komodo:)
Komodo dalam bahasa latin disebut sebagai Varanus
komodoensis Readers.
Oleh masyarakat setempat biasa Komodo dinamakan Ora.
Komodo (Varanus komodoensis)
menjadi reptil terbesar di dunia karena mempunyai panjang tubuh mencapai 3.13
meter dan berat sekitar 166 kilogram. Komodo memiliki ekor yang sama panjang
dengan tubuhnya, dan mempunyai sekitar 60 buah gigi yang bergerigi tajam
masing-masing sepanjang sekitar 2.5 cm.
Lidah komodo panjang, berwarna kuning dan
bercabang. Komodo jantan berukuran lebih besar daripada komodo betina, dengan
warna kulit dari abu-abu gelap sampai merah batu bata.

Meskipun penampilannya menyeramkan, komodo bukanlah hewan pemburu yang aktif Readers. Jadi jangan terlalu parno ya :) Komodo merupakan predator yang sabar. Di alam liar, komodo biasanya memburu mangsa yang lemah atau sudah terluka.
Komodo atau Ora dalam bahasa setempat, aktif pada
siang hari, walaupun terkadang aktif juga pada malam hari. Komodo adalah binatang
yang penyendiri, berkumpul bersama hanya pada saat makan dan berkembang biak.
Reptil terbesar di dunia ini dapat berlari cepat hingga 20 kilometer per jam
pada jarak dekat, dapat berenang menyelam hingga sedalam 4.5 meter. Komodo juga
pandai memanjat pohon menggunakan cakar mereka yang kuat. Untuk
menangkap mangsa yang berada di luar jangkauannya, komodo dapat berdiri dengan
kaki belakangnya dan menggunakan ekornya sebagai penunjang tubuh.
Kece juga
nih Komodo kalau lagi berdiri
Ini klasifikasi ilmiah untuk Komodo
Readers, jadi kalau muncul disoal ujian biologi, readers bisa jawab :) Kerajaan:
Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Reptilia; Ordo: Squamata; Upaordo:
Autarchoglossa; Famili: Varanidae; Genus: Varanus; Spesies: Varamus
komodoensis
Sebelum lanjut keinfo berikutnya
yuk kita saksikan dulu tayangan berikut ini Readers..
Gimana tayangannya
Readers? Membuat informasi Readers semakin lengkapkan?
Kisah
yang Terlewat dari Pulau Komodo
Okedeh readers, sebelum
saya menutup kebersamaan kita, diakhir cerita ada satu rahasia yang jarang banget
terungkap kemedia tentang Komodo dan mungkin Readers belum tahu.
Apa itu??
Readers pasti bakal
terkejut deh. Karena ternyata si Komodo punya kembaran Readers.
No Readers.. Kembarannya
bukan sesama Komodo Readers. Saya juga sedikit shok waktu mngetahui hal ini.
Ternyata si Komodo
punya kembaran berwujud manusia..
Readers ga percaya??
Dahulu kala nih Readers,
konon katanya..
Asal usul Komodo sendiri sebetulnya merujuk pada
seorang perempuan. Hah?? Pasti Readers makin penasaran.. Perempuan yang
dimaksud apa? Komodo perempuan??
Syahdan, dalam sebuah cerita rakyat (folklore)
Suku Komodo, ada seorang putri dari dunia mistis yang tinggal di Pulau Komodo.
Putri tersebut dipanggil dengan sebutan Putri Naga. Mungkin purti ini masih
satu keluarga sama dewa-dewa naga yang sering kita liat di TV readers.:)
Mungkin loh ya:)
Putri yang cantik jelita ini kemudian menikah
dengan seorang manusia bernama Majo. Dari pasangan itulah Readers, lahir
sepasang bayi kembar, lelaki dan perempuan. So swet ya Readers bisa punya bayi
kembar, laki-laki dan perempuan pula lagi pasti bayinya imut-imut deh :) Trus
apa hubungannya sama komodo, itu yang ada dibenak Readers kan?? Sabar dulu Readers
ternyata bayi kembar yang dilahirkan tidak seimut yang ada dipikiran kita.
Bayi lelaki yang dilahirkan memang berwujud
manusia. Bayi laki-laki ini kemudian diberi nama Gerong dan dibesarkan layaknya
manusia bersama manusia lain. Nah, disini letak jawaban atas pertanyaan para
Readers. Bayi perempuan yang dilahirkan ternyata berbeda dari bayi biasanya.
Bayi perempuan ini berbentuk Komodo dan diberi nama Ora. Karena bukan berwujud
manusia, Ora dilepaskan dan tumbuh besar di hutan. Mereka berdua tumbuh semakin
hari semakin dewasa. Kasihannya, baik Gerong maupun Ora tak pernah tahu kalau kalau
mereka memiliki saudara kembar Readers.
Suatu hari yang cerah nih Readers, dimana
matahari tersenyum dan memberikan sinar terbaikknya. Gerong dengan gagah berani
sedang berburu rusa di hutan. Setelah “phussshh..” panahnya tepat mengenai
tubuh seekor rusa, Gerong merasa sangat senang. Tapi, ketika akan mengambil
rusa buruannya, Gerong dikejutkan dengan munculnya seekor kadal besar dari
semak-semak dan menyantap rusa hasil buruan Gerong. Gerong yang terkejut segera
mengambil tombaknya dengan maksud membunuh kadal besar itu. Seandainya saya ada
saat itu, pasti saya akan bilang begini sama sih Gerong.
“Ops..Opss.. tahan dulu. Jangan sakiti Ora,
Gerong. Dimasa depan Komodo termasuk salah satu binatang yang dilindungi loh.”
Tapi sayang karena saya tidak ditakdirkan berada
dijaman itu, ibunya si Geronglah yang muncul dan meyelamatkan Ora.
“Jangan membunuh binatang itu. Dia adalah Ora,
saudara perempuanmu. Aku melahirkan kalian bersamaan. Selama Sembilan bulan
kalian berbagi tempat dirahimku. Anggaplah dia sebagai sesamamu, karena aku yang
telah melahirkan kalian” kata sang Putri Naga alias ibunya Gerong.
Nah readers, menurut penuturan tetua-tetua suku
Komodo. Sejak saat itu, manusia Suku Komodo keturunan Gerong hidup rukun dengan
para komodo keturunan Ora. Karena itu pula, para penjaga hutan di Taman
Nasional Pulau Komodo adalah masyarakat Suku Komodo. Suku Komodo dipercaya bisa
berkomunikasi dengan komodo.
Tapi sayang Readers karena kita terlalu sering
hanya terlalu memandang kearah Komodo, kita jadi terkesan melupakan saudara
kembar mereka yaitu suku Komodo. Ternyata yang terancam punah bukan cuma Komodo
loh Readers. Kembarannya suku komodo juga terancam punah. Masih mendingan nih
Readers, Komodo sekarang sudah ada upaya pelestarian yang dilakukan oleh
pemerintah. Lah nasib suku Komodo?? Mereka bahkan tak tersentuh oleh hingar-bingar
kepopuleran Komodo belakangan ini.
Suku Komodo yang kini memiliki populasi sekitar
dua ribu orang ini seringkali luput dari perhatian para wisatawan yang datang
berkunjung juga pemerintah Indonesia. Bahkan nih Readers kepopuleran mereka
jauh dibawah Komodo itu sendiri.
Ancaman kepunahan Suku Komodo dapat kita
identifikasi karena di Pulau Komodo sendiri nih Readers, masyarakat Suku Komodo
lebih terbiasa menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris untuk berkomunikasi.
Tradisi yang menjadi identitas suku komodo pun saat ini terkesan menghilang
dari kehidupan masyarakat Suku Komodo dan sulit ditemui.
Readers, Yuk jaga keindahan alam Pulau Komodo,
Kelestarian Komodo dan Budaya serta Tradisi Suku Komodo. Kita tidak boleh memandang
yang satu dan mengabaikan yang lain. Ketiganya adalah anugrah Tuhan yang wajib
dijaga. :)
Sampai disini dulu kebersamaan kita ya Readers. Yuk bye..bye :)
Referensi:
wikipedia.org/
http://komodo-park.com/
wikipedia.org/
http://komodo-park.com/
0 komentar:
Posting Komentar