Sekarang
ini, minum kopi sudah menjadi bagian dari gaya hidup moderen. Hampir di seluruh
penjuru kota, tidak hanya di Indonesia tetapi juga ASEAN, banyak tersebar gerai
kopi. Di dunia, negara penghasil kopi terbesar adalah pertama: Brazil,
kedua: Vietnam dan ketiga adalah Indonesia. Kedua negara terakhir adalah
anggota ASEAN. Menuju Komunitas ASEAN 2015 ini, mampukah Vietnam dan Indonesia
merebut pangsa pasar kopi dunia? Bisakah kedua negara tersebut menjadi partner
produksi kopi, bukan menjadi rival atau saling bersaing.
Indonesia
dan Vietnam memang sudah lama menjalin kerjasama diberbagai bidang baik
perdagangan, industry perikanan dan sektor wisata. Ditahun 2012 yang lalu
kerjasama perdagangan Indonesia dan Vietnam bahkan bisa membawa keuntungan
hingga lima miliar dolar AS. Wahh.. banyak.. Dalam pertemuan bisnis Indonesia-
Vietnam dikatakan bahwa potensi kerjasama Indonesia dan Vietnam cukup besar
karena Indonesia dan Vietnam memiliki banyak kekayaan sumber daya alam yang
dapat meningkatkan nilai kerjasama kedua negara.
Dibidang
Industri perikanan kerja sama Indonesia dan Vietnam terlihat melalui berbagi
praktek terbaik agar kegiatan ekspor semakin kompetitif. Di industri pariwisata
Indoneisa dan Vietnam telah berkolaborasi dalam membuat paket terintegrasi
seputar kultur, kapal, dan tur mewah.
Tentunya Indonesia dan Vietnam juga bekerja sama dibidang makanan dan agrikultur. Tahu dong kalau Indonesia dan Vietnam itu negara yang terdaftar sebagai penghasil kopi terbesar dan terbaik didunia??
Tentunya Indonesia dan Vietnam juga bekerja sama dibidang makanan dan agrikultur. Tahu dong kalau Indonesia dan Vietnam itu negara yang terdaftar sebagai penghasil kopi terbesar dan terbaik didunia??
Untuk
komoditas kopi saat bahkan Howard Schultz pemilik Starbucks yang saat jadi
tempat nongkrongnya anak muda yang kece-kece, mengatakan kopi dari Indonesia adalah
kopi terbaik di dunia yang bermasalah hanya memperkenalkan merek.
Nah, ini
dia celahnya.. Perkenalan merek. Indonesia dan Vietnam dapat bekerjasama dalam
komoditas kopi dengan menghasilkan kopi terbaik dan memperkenalkannya sebagai
produk yang berasal dari Asia Tenggara.
Kata kunci
untuk menjawab bisakah Indonesia dan
Vietnam bekerja sama dalam merebut pangsa pasar kopi didunia sudah kita
dapatkan. Pertama, Indonesia dan Vietnam terdaftar sebagai negara penghasil
kopi terbesar didunia. Kedua, kopi dari kedua negara yang tergabung dalam ASEAN
ini mempunyai kualiatas yang tak perlu diragukan lagi. Jadi dengan lantang dan
gagah berani saya berani mengatakan bahwa Indonesia dan Vietnam dapat bekerja
sama dalam merebut pangsa pasar kopi dunia.
Kembali meyinggnug
masalah merk yang tadi sudah disebutkan, Indonesia dan Vietnam seharusnya sudah
mulai dapat memikirkan dan bekerja sama untuk memperkenalkan merek kopi milik
Asia Tengara kemata dunia. Merek kopinya mungkin bisa “InVi Cofee” Heheh..
becanda. Maksud saya disini tidak sesederhana itu.
Selama ini
variasi dalam menikmati kopi memang masih lebih sedikit dibandingkan dengan
cara menikmati minuman yang lain seperti teh. Disinilah Indonesia dan Vietnam
dapat berperan, untuk menstabilkan harga
kopi dipasaran dengan menghasilkan produk kopi terbaru sehingga apabila musim panen tiba tidak membuat dunia kebanjiran kopi yang
berakibat jatuhnya harga kopi dunia. Indonesia dan Vietnam dapat menambahkan
variasi dalam menikmati kopi. Selama ini kopi yang dijual dipasaran hanya dalam
bentuk bubuk. Kalaupun ada produk dalam bentuk lain yang kita temui, paling
yang dimaksud adalah produk kopi dalam bentuk permen.
Indonesia
dan Vietnam dapat bekerjasama dalam menghasilkan produk kopi dalam kemasan siap
saji. Seharusnya kedua negara yang bergelar produsen kopi terbesar dunia ini tidak
hanya menjual kopi dalam bentuk bubuk jika ingin diketahui secara luas oleh masyarakat
dunia bahwa negara ini kaya akan komoditas kopi. Kedua negara ini diharapakan
dapat menghasilkan kopi dalam kemasan botol, kaleng dan plastik yang siap untuk
diminum. Dengan cara seperti ini diharapkan tren minum kopi bahkan dapat
menggeser minuman bersoda yang saat ini masih menjadi primadona karena
disajikan dalam banyak varian dan berbagai kemasan yang siap minum.
Indonesia
dan Vietnam dapat pula bekeja sama untuk melakukan penelitian dan klon sehingga
dapat menghasilkan kopi varietas terbaru dengan kualitas yang baik. Seperti yang
kita tahu, issue yang beredar dimasyarakat mengenai dampak negative meminum
kopi yang menimbulkan beberapa penyakit cukup berperan besar dalam menurunkan
minat masyarakat dalam meminum kopi. Isue ini dapat menjadi tantangan bagi
Vietnam dan Indonesia untuk menghasilkan kopi dengan aroma harum ( kandungan
minyak atsiri tinggi) tetapi rendah kafein.
Indonesia
dan Vietnam pasti dapat menjadi raksasa kopi dunia yang berperan dalam menentukan
harga kopi dipasaran apabila mempunyai menajemen kerjasama yang baik dalam
komoditas ini. Sudah dulu ya jawaban saya, saya harus segera meminum kopi yang
aromanya sejak tadi sudah menari-nari di indra penciuman saya, merayu untuk diminum.
:)
0 komentar:
Posting Komentar