Jumat, 30 Agustus 2013

Indonesia- Vietnam, Siap Jadi Raksasa Kopi Dunia

Diposting oleh Unknown di 15.13


Sekarang ini, minum kopi sudah menjadi bagian dari gaya hidup moderen. Hampir di seluruh penjuru kota, tidak hanya di Indonesia tetapi juga ASEAN, banyak tersebar gerai kopi. Di dunia, negara penghasil kopi terbesar adalah pertama: Brazil,  kedua: Vietnam dan ketiga adalah Indonesia. Kedua negara terakhir adalah anggota ASEAN. Menuju Komunitas ASEAN 2015 ini, mampukah Vietnam dan Indonesia merebut pangsa pasar kopi dunia? Bisakah kedua negara tersebut menjadi partner produksi kopi, bukan menjadi rival atau saling bersaing.

 

Indonesia dan Vietnam memang sudah lama menjalin kerjasama diberbagai bidang baik perdagangan, industry perikanan dan sektor wisata. Ditahun 2012 yang lalu kerjasama perdagangan Indonesia dan Vietnam bahkan bisa membawa keuntungan hingga lima miliar dolar AS. Wahh.. banyak.. Dalam pertemuan bisnis Indonesia- Vietnam dikatakan bahwa potensi kerjasama Indonesia dan Vietnam cukup besar karena Indonesia dan Vietnam memiliki banyak kekayaan sumber daya alam yang dapat meningkatkan nilai kerjasama kedua negara.

Dibidang Industri perikanan kerja sama Indonesia dan Vietnam terlihat melalui berbagi praktek terbaik agar kegiatan ekspor semakin kompetitif. Di industri pariwisata Indoneisa dan Vietnam telah berkolaborasi dalam membuat paket terintegrasi seputar kultur, kapal, dan tur mewah. 
 
Tentunya Indonesia dan Vietnam juga bekerja sama dibidang makanan dan agrikultur. Tahu dong kalau Indonesia dan Vietnam itu negara yang terdaftar sebagai penghasil kopi terbesar dan terbaik didunia??
Untuk komoditas kopi saat bahkan Howard Schultz pemilik Starbucks yang saat jadi tempat nongkrongnya anak muda yang kece-kece, mengatakan kopi dari Indonesia adalah kopi terbaik di dunia yang bermasalah hanya memperkenalkan merek.
Nah, ini dia celahnya.. Perkenalan merek. Indonesia dan Vietnam dapat bekerjasama dalam komoditas kopi dengan menghasilkan kopi terbaik dan memperkenalkannya sebagai produk yang berasal dari Asia Tenggara.

Kata kunci untuk menjawab bisakah Indonesia dan Vietnam bekerja sama dalam merebut pangsa pasar kopi didunia sudah kita dapatkan. Pertama, Indonesia dan Vietnam terdaftar sebagai negara penghasil kopi terbesar didunia. Kedua, kopi dari kedua negara yang tergabung dalam ASEAN ini mempunyai kualiatas yang tak perlu diragukan lagi. Jadi dengan lantang dan gagah berani saya berani mengatakan bahwa Indonesia dan Vietnam dapat bekerja sama dalam merebut pangsa pasar kopi dunia.
Kembali meyinggnug masalah merk yang tadi sudah disebutkan, Indonesia dan Vietnam seharusnya sudah mulai dapat memikirkan dan bekerja sama untuk memperkenalkan merek kopi milik Asia Tengara kemata dunia. Merek kopinya mungkin bisa “InVi Cofee” Heheh.. becanda. Maksud saya disini tidak sesederhana itu.

Selama ini variasi dalam menikmati kopi memang masih lebih sedikit dibandingkan dengan cara menikmati minuman yang lain seperti teh. Disinilah Indonesia dan Vietnam dapat berperan, untuk menstabilkan  harga kopi dipasaran dengan menghasilkan produk kopi terbaru sehingga apabila musim  panen  tiba tidak membuat dunia kebanjiran kopi yang berakibat jatuhnya harga kopi dunia. Indonesia dan Vietnam dapat menambahkan variasi dalam menikmati kopi. Selama ini kopi yang dijual dipasaran hanya dalam bentuk bubuk. Kalaupun ada produk dalam bentuk lain yang kita temui, paling yang dimaksud adalah produk kopi dalam bentuk permen.

Indonesia dan Vietnam dapat bekerjasama dalam menghasilkan produk kopi dalam kemasan siap saji. Seharusnya kedua negara  yang  bergelar produsen kopi terbesar dunia ini tidak hanya menjual kopi dalam bentuk bubuk jika  ingin diketahui secara luas oleh masyarakat dunia bahwa negara ini kaya akan komoditas kopi. Kedua negara ini diharapakan dapat menghasilkan kopi dalam kemasan botol, kaleng dan plastik yang siap untuk diminum. Dengan cara seperti ini diharapkan tren minum kopi bahkan dapat menggeser minuman bersoda yang saat ini masih menjadi primadona karena disajikan dalam banyak varian dan berbagai kemasan yang siap minum.

Indonesia dan Vietnam dapat pula bekeja sama untuk melakukan penelitian dan klon sehingga dapat menghasilkan kopi varietas terbaru dengan kualitas yang baik. Seperti yang kita tahu, issue yang beredar dimasyarakat mengenai dampak negative meminum kopi yang menimbulkan beberapa penyakit cukup berperan besar dalam menurunkan minat masyarakat dalam meminum kopi. Isue ini dapat menjadi tantangan bagi Vietnam dan Indonesia untuk menghasilkan kopi dengan aroma harum ( kandungan minyak atsiri tinggi) tetapi rendah kafein.

Indonesia dan Vietnam pasti dapat menjadi raksasa kopi dunia yang berperan dalam menentukan harga kopi dipasaran apabila mempunyai menajemen kerjasama yang baik dalam komoditas ini. Sudah dulu ya jawaban saya, saya harus segera meminum kopi yang aromanya sejak tadi sudah menari-nari di indra penciuman saya, merayu untuk diminum. :)

0 komentar:

Posting Komentar

 

@Khata_Melda Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | Ugg Boots Sale | web hosting