Hampir semua negara di ASEAN, telah membebaskan pengurusan visa bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke negaranya, namun tidak dengan Myanmar. Kenapa ya, berwisata ke Myanmar tidak cukup dengan mengandalkan paspor saja? Perlu atau tidak visa bagi perjalanan wisata?
Anda
ingin pergi ke Myanmar?? Opss. Tunggu dulu. Apa anda sudah menyiapkan visa
perjalan anda?
Visa
adalah sebuah dokumen yang dikeluarkan oleh sebuah negara yang memberikan
seseorang izin untuk masuk ke negara tersebut dalam suatu periode waktu dan
tujuan tertentu. Kebanyakan negara membutuhkan kepemilikan Visa asli bagi
negara asing yang ingin masuk ke negara lain.
Visa
sendiri memiliki beberapa jenis sesuai dengan fungsi atau kegunaannya, seperti Visa
wisata, Visa pelajar, Visa pekerja, dan Visa yang hanya bisa dibuat oleh
pejabat penting sebuah negara.
Dengan kebijakan bebas visa negara ASEAN, kita bisa keliling ke negara-negara dikawasan Asia Tenggara tanpa repot-repot mengurus visa loh. Tahu ngak sih, ternyata gagasan penerapan program Visa Bersama ASEAN sudah muncul sejak tahun 2009 pada pertemuan para Dirjen Imigrasi dan Konsuler se-Asia Tenggara. Namun saat itu konsep tersebut belum dianggap mendesak karena masih banyak kendala menyangkut penerapan di masing-masing negara seperti keimigrasian, aspek keamanan, pengelolaan perbatasan, maupun aspek finansial. Kalian tahu dong, kalau rencana pemberlakuan visa tunggal bertujuan untuk meningkatkan kunjungan pariwisata ASEAN. Program ini dianggap berhasil sebab setelah pemberlakuan visa tunggal dikawasan ASEAN, pada tahun 2010 ASEAN berhasil mengundang 65 juta wisatawan, Selain itu, rencana pemberlakuan visa tunggal tersebut juga bertujuan untuk menghubungkan negara-negara dikawasan Asia Tenggara baik dari sisi infrastruktur dasar terkait perhubungan darat, laut dan udara sehingga mendorong interaksi antar penduduk, pariwisata, investasi dan pedagangan. Visa tunggal juga bertujuan menyambut penerapan kebijakan penerbangan ASEAN open sky yang dijadwalkan akan mulai berlaku pada 2015 nanti
Dengan kebijakan bebas visa negara ASEAN, kita bisa keliling ke negara-negara dikawasan Asia Tenggara tanpa repot-repot mengurus visa loh. Tahu ngak sih, ternyata gagasan penerapan program Visa Bersama ASEAN sudah muncul sejak tahun 2009 pada pertemuan para Dirjen Imigrasi dan Konsuler se-Asia Tenggara. Namun saat itu konsep tersebut belum dianggap mendesak karena masih banyak kendala menyangkut penerapan di masing-masing negara seperti keimigrasian, aspek keamanan, pengelolaan perbatasan, maupun aspek finansial. Kalian tahu dong, kalau rencana pemberlakuan visa tunggal bertujuan untuk meningkatkan kunjungan pariwisata ASEAN. Program ini dianggap berhasil sebab setelah pemberlakuan visa tunggal dikawasan ASEAN, pada tahun 2010 ASEAN berhasil mengundang 65 juta wisatawan, Selain itu, rencana pemberlakuan visa tunggal tersebut juga bertujuan untuk menghubungkan negara-negara dikawasan Asia Tenggara baik dari sisi infrastruktur dasar terkait perhubungan darat, laut dan udara sehingga mendorong interaksi antar penduduk, pariwisata, investasi dan pedagangan. Visa tunggal juga bertujuan menyambut penerapan kebijakan penerbangan ASEAN open sky yang dijadwalkan akan mulai berlaku pada 2015 nanti
Produk dari kebijakan
ASEAN yang satu ini adalah ya itu, kita bisa mutar-mutarin negara yang
tergabung dalam ASEAN tanpa perlu repot-repot mengurus visa. Ets.. tunggu dulu,
kecuali Myanmar.
Kenapa Myanmar masih belum bebas visa?
Udah ngak sabaran ya buat
mengunjungi Myanmar. Tunggu dulu ya, saudara kita yang satu ini memang belum
menerapakan kebijakan bebas visa. Jadi untuk mengunjungi Myanmar kita harus
mempersiapkan visa terlebih dahulu jika tak mau berurusan dengan pihak imigrasi
Myanmar atau dianggap sebagai imigran gelap.
Myanmar sampai sekarang
belum menerapkan bebas visa seperti negara ASEAN lainnya karena alasan politis.
Tapi tenang aja, dalam waktu dekat Myanmar akan menerapkan bebas visa bagi
turis kok:)
Ini nih kabar baik bagi
anda yang sudah menyusun baju di koper untuk pergi ke Myanmar. Menurut Dirjen
Kerjasama ASEAN Kemenlu RI, I Gusti Agung Waseka Puja, tahun 2014 giliran
Myanmar akan menjadi ketua Asean, kemungkinan sebelum itu visa biasa akan
dibebaskan. Selama ini negara itu sudah membebaskan visa khusus dan diplomatik.
Sepertinya Myanmar memang
sudah mulai memikirkan pembebasan visa mengingat Komunitas ASEAN pada tahun
2015. Ketika komunitas ASEAN resmi hadir pada tahun 2015 nanti, dipastikan kunjungan tugas pemerintahan, pendidikan,
sosial budaya, pariwisata, bisnis, keluarga atau jurnalistik akan banyak
mengahampiri negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Jika Myanmar belum
memutuskan untuk membebaskan visa maka dapat dipastikan pergerakan itu akan
tersendat.
Perlu atau tidak visa bagi perjalanan wisata?
Perlu ga yah? Ada beberapa jenis visa,
tapi jika ingin melakukan perjalan wisata, yang kita butuhkan tentu jenis visa
yang paling umum yaitu visa wisata. Syarat umum mengurus visa wisata adalah
mempunyai tiket pesawat PP, konfirmasi tempat menginap hotel dan rencana
perjalanan, rekening tabungan, riwayat perjalan keluar negeri bahkan tempat
bekerja kita. Jadi apa menurut kalian visa bagi perjalanan wisata perlu?? Kalau
menurut saya, visa bagi perjalan wisata sebaiknya tak perlu diadakan karena
mengingat waktu kunjungan yang hanya sebentar selain itu dengan membebaskan
visa tentu akan lebih banyak wisatawan yang tertarik untuk berkunjung karena
tidak direpotkan oleh birokrasi.
Tapi, kita juga harus ingat tentu ada
dampak negatif dari penerapan Visa Bersama. Dampak negative itu berupa
peningkatan kejahatan lintas negara (transnational crime. Untuk memperkecil
dampak negatif tersebut diharapkan pemerintah dapat mengawasi jalur-jalur
perbatasan dan pintu masuk Indonesia dengan baik tanpa membuat wisatawan merasa
tergangu.
So, siap keliling
ASEAN? Atau menunggu Myanmar meresmikan bebas visanya dulu biar terasa lengkap
mengunjungi 10 negara ASEAN? Semuanya
terserah anda :)
0 komentar:
Posting Komentar