Jumat, 06 Maret 2015

#MenolakMenjadiBangsaKasihan

Diposting oleh Unknown di 00.42 0 komentar

BANGSA KASIHAN
Kahlil Gibran

Kasihan bangsa yang memakai pakaian yang tidak ditenunnya,
memakan roti dari gandum yang tidak dituainya
dan meminum anggur yang tidak diperasnya

Kasihan bangsa yang menjadikan orang bodoh menjadi pahlawan,
dan menganggap penindasan penjajah sebagai hadiah.

Kasihan bangsa yang meremehkan nafsu dalam mimpi-mimpinya ketika tidur,
sementara menyerah padanya ketika bangun.

Kasihan bangsa yang tidak pernah angkat suara
kecuali jika sedang berjalan di atas kuburan,
tidak sesumbar kecuali di runtuhan,
dan tidak memberontak kecuali ketika lehernya
sudah berada di antara pedang dan landasan.

Kasihan bangsa yang negarawannya serigala,
falsafahnya karung nasi,
dan senimannya tukang tambal dan tukang tiru.

Kasihan bangsa yang menyambut penguasa barunya
dengan trompet kehormatan namun melepasnya dengan cacian,
hanya untuk menyambut penguasa baru lain dengan trompet lagi.

Kasihan bangsa yang orang sucinya dungu
menghitung tahun-tahun berlalu dan orang kuatnya masih dalam gendongan.

Kasihan bangsa yang berpecah-belah,
dan masing-masing mengangap dirinya sebagai satu bangsa.

Gambaran bangsa dalam puisi dari Kahlil Gibran diatas tentu membuat kita merasa sangat miris. Saat membacanya tak henti-henti saya mencoba merefleksikan diri, apakah saya kini sedang menjadi bagian dari sebuah bangsa yang digambarkan oleh Khalil Gibran? Saya bisa membayangkan bangsa seperti apa yang sedang dilihat oleh Khalil Gibran dalam imajinasinya saat menuliskan puisi ini, atau mungkin Khalil Gibran tidak melihat bangsa itu sekedar dalam imajinasinya namun ia melihatnya secara langsung dalam kehidupan nyata? Entahlah! Namun saya akan menggambil sikap yang jelas, saya menolak menjadi bagian dari bangsa kasihan dan saya percaya sikap saya untuk menolak menjadi bangsa kasihan tentu juga akan didukung oleh semua orang yang menyebut diri mereka Bangsa Indonesia.
“Kasihan bangsa yang memakai pakaian yang tidak ditenunnya.” Masih ramai diperbincangkan bagaimana prokontra peraturan pemerintah yang menolak impor pakaian bekas. Menolak menjadi bangsa kasihan menuntut kita untuk mencintai produk bangsa, mencintai dan menggunakan kain yang dibuat oleh pengrajin tradisional maupun desainer Indonesia. Ketika kita menolak menjadi bangsa kasihan berarti kita menolak menyampingkan produk Indonesia dan mengagung-agungkan produk bangsa lain. Mari kita dukung peraturan pemerintah untuk menolak impor pakaian bekas asing.
“Kasihan bangsa yang menjadikan orang bodoh menjadi pahlawan.” Betapa malang bangsa yang bahkan mengangkat orang bodoh menjadi pahlawan. Saya pernah mendengar sebuah kalimat yang mengatakan saat satu anjing mengonggong, anjing yang lain akan ikut menggonggong tanpa tahu apa sebabnya. Baris dalam puisi Kahlil Gibran ini mengingatkan saya pada pesta demokrasi yang baru saja berlangsung. Pesta itu sangat menarik perhatian bangsa. Sebuah fenomena yang positif bagi perpolitikan di Indonesia namun sayangnya seringkali kita tersulut emosi untuk mempertahankan calon yang kita anggap benar, pendapat dan keyakinan kita dalam melihat kepantasan seseorang menjadi pemimpin digiring oleh media, isu, bahkan fitnah yang beredar tanpa terlebih dahulu mencari tahu kebenarannya. Kita terlalu banyak bicara hingga lupa punya telinga untuk mendengar. Dari peristiwa itu mari kita belajar untuk tidak mudah tersulut dalam rumor yang kebenarannya bahkan tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Kasihan bangsa yang tidak pernah angkat suara kecuali jika sedang berjalan di atas kuburan.” Terlepas dari tepat atau tidaknya penerapan hukuman mati bagi pengedar narkoba, saya sangat mengapresiasi pemerintah Indonesia yang tidak gentar dengan intervensi dari pihak luar. Sikap pemerintah menunjukkan bahwa negara kita adalah negara yang berdaulat dibidang hukum.
“Kasihan bangsa yang orang sucinya dungu menghitung tahun-tahun berlalu dan orang kuatnya masih dalam gendongan.”  No! Sekali lagi saya tegaskan kita bukanlah bangsa kasihan yang bahkan orang kuatnya masih dalam gendongan. Kita bukan bangsa yang sedang menunggu hadirnya ‘gatot kaca’ lakon yang disebut-sebut akan membawa kedamaian pada negeri. Kita adalah bangsa yang orang kuatnya telah hadir. Orang kuat itu adalah kita, saya dan anda. Menolak menjadi bangsa kasihan berarti kita mengambil peran menjadi orang yang hadir untuk membawa kebaikan bagi bangsa ini. Banyak hal yang dapat menunjukkan bahwa kita sangat mencintai bangsa ini. Mari kita mulai melangkah untuk menolak menjadi bangsa kasihan.
read more “#MenolakMenjadiBangsaKasihan”

Sabtu, 16 November 2013

Pemanfaatan Air Pengolahan Ecotech Garden sebagai Sumber Utama Penyiraman Ruang Terbuka Hijau di Indonesia

Diposting oleh Unknown di 23.57 0 komentar

Limbah cair rumah tangga (black water dan grey water) merupakan salah satu sumber pencemar terbesar lingkungan perairan di Indonesia. Air limbah domestik rumah tangga secara jenisnya ada 4, yaitu:
- Grey water (air dari kegiatan mencuci, mandi dan dapur)
- Black water (air dari kegiatan kakus)
- Yellow water (Urin)
- Brown water (Feces dan air siraman toilet)
Namun secara garis besar hanya dikelompokkan menjadi dua, yaitu Grey water dan Black water). Grey water merupakan bagian dari limbah cair domestik yang proses pengalirannya tidak melalui toilet, misalnya seperti air bekas mandi, air bekas mencuci pakaian, dan air bekas cucian dapur. Sebagian besar kandungan yang terdapat pada grey water adalah bahan organik yang mudah terdegradasi.
Diperkirakan sekitar 60-85% dari total volume kebutuhan air bersih akan menjadi limbah cair domestik. Dari angka tersebut limbah cair yang masuk pada golongan grey water ada sekitar 75%. Jika kita dapat memanfaatkan limbah cair grey water untuk keperluan sehari-hari (penyiraman ruang terbuka hijau) maka diperkirakan kita dapat menghemat kebutuhan air hingga 40%.

Ecotech Garden sebagai Inovasi Mengolah Limbah domestic Grey water
Ecotech garden adalah suatu inovasi dalam mengolah limbah domestik grey water maupun effluen tangki septik dengan menggunakan tanaman hias yang diprakarsai oleh Ir. Ratna Hidayat. Pengolahan air limbah menggunakan Ecotech garden merupakan salah satu pilihan pengolahan yang tepat mengingat karakteristik air limbah grey water dengan beban organik relatif kecil serta unsur nitrogen dan fosfat yang cukup tinggi. Unsur N serta P pada air limbah ini merupakan pupuk alami bagi tumbuhan sehingga sistem pengolahan dapat dilaksanakan dengan teknologi yang sederhana, praktis, mudah dan murah dalam pemeliharaannya. Pengolahan grey water menggunakan Ecotech garden dengan konsep fitoremediasi ini memanfaatkan simbiosis mikroorganisme dalam tanah dengan akar tumbuhan yang mengeluarkan oksigen. Bahan organik yang terdapat dalam air limbah akan dirombak oleh mikroorganisme menjadi senyawa lebih sederhana dan akan dimanfaatkan oleh tumbuhan sebagai nutrient, sedangkan sistem perakaran tumbuhan air akan menghasilkan oksigen yang dapat digunakan sebagai sumber energi/katalis untuk rangkaian proses metabolisme bagi kehidupan mikroorganisme.
Pada Ecotech Garden akan terjadi proses dekomposisi zat organik (reaksi biokimia) yang memerlukan Oksigen Terlarut, sehingga dapat menurunkan kandungan Oksigen Terlarut dalam air limbah, ditandai dengan warna air limbah kehitaman,berbusa dan berbau busuk, reaksi yang terjadi yaitu :
CxHyO2N2S2 + H2O        NH4 + CO2 + CH4 + H2S + 368 kal/gr/protein
 ↑                                           ↑                             ↑        
         Protein                           Bau ammonia             Bau telur busuk

Mekanisme Penyerapan Zat Pencemar Pada Ecotech Garden
Mekanisme penyerapan zat pencemar pada Ecotech Garden, oleh zone akar adalah :

Terjadi peningkatan lebih banyak pada rhizosphere (perakaran tanaman). Terjadi peningkatan mikro organisme ±10 - 100 kali lebih banyak, karena ada penyaluran oksigen dari daun, ini membantu penyerapan bahan pencemar dari air limbah yang diolah.
BOD air limbah diturunkan melalui proses oksidasi dan reduksi (fermentasi aerobic).Amonium (NH4 N), dioksidasi  oleh bakteri autotrop pada. 

Ecotech Garden di Komplek Perumahan Bumi Asri Padasuka
Dibuat tahun 2005,  dengan memanfaatkan air selokan terbuka (grey water) yang dialirkan ke halaman rumah,  dibentuk model U (luas permukaan 2,06 m2, debit 0,07 L/det). Tujuan pembuatan Ecotech Garden adalah mengolah air selokan (grey water) sekaligus membuat kesan dekoratif dalam bentuk taman hias air di halaman rumah.


Aneka Tanaman Hias Yang Digunakan pada Ecotech Garden

Jenis tumbuhan dapat disesuaikan dengan jenis sistem Ecotech garden yang digunakan. Pada sistem Ecotech garden ini, air tidak menggenang di atas media tanam tetapi air mengalir di bawah media sehingga memiliki berbagai keuntungan. Salah satu keuntungannya adalah tumbuhan yang dapat beradaptasi lebih bervariasi sehingga dapat digunakan sebagai taman dengan estetika yang baik.
sistem ini menggunakan selokan terbuka yang ditanami tanaman hias seperti, Melati air, Kana (bunga Tasbeh), Arrowhead Sagita Japanica,dan lain - lain yang dapat menurunkan kandungan BOD, COD bahkan Phospat.

Pemanfaatan Hasil Olahan Ecotech Water Sebagai Sumber Utama Penyiraman Ruang Terbuka Hijau
Air sabun (Grey water) yang umumnya berasal dari limbah rumah tangga, hasil dari cuci baju, piring atau pel lantai sebenarnya dapat dimanfaatkan kembali untuk menyirami tanaman karena pada kadar tertentu alam masih memiliki kemampuan untuk mengurai sabun yang pada dasarnya merupakan rantai karbon yang umum terdapat di alam. Hanya saja perlu diperhatikan jika sabunnya mengandung bahan berat pembunuh kuman seperti karbol atau mengandung minyak yang sulit terurai seperti air hasil cuci mobil yang umumnya tercemar oli.
Sistem pengolahan yang baik akan memurnikan greywater sehingga dapat digunakan untuk berbagai hal. Beberapa daerah tertentu di dunia memungkinkan orang untuk menggunakan greywater daur ulang. Greywater yang berasal dari mandi atau mencuci digunakan untuk mengairi tanaman dan kebun melalui system pengairan yang tersebar di bawah tanah. Pengairan dengan system bawah tanah sengaja dipilih untuk meminimalisir pencemaran tanah. System ini telah diterapkan di sebagian besar Australia dan Eropa.
Sumber gambar: http://www.otakku.com/2010/06/16/greywater-systems-menggunakan-kembali-air-bekas-cucian-atau-mandi/

Di Indonesia sendiri, grey water sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk system pengairan ruang terbuka hijau, taman kota, atau perkebunan. Penggunaan grey water dalam sistem pengairan ruang terbuka hijau dapat menghemat penggunaan air bersih, mengingat selama ini penyiraman ruang terbuka hijau dan perkebunan di Indonesia masih memanfaatkan air bersih (air layak minum). Aplikasi pengunaan grey water sebagai pengairan ruang terbuka hijau dan perkebunan dapat dilakukan dengan menampung limbah cair rumah tangga yang telah mendapat perlakuan ecotech garden kemudian air tersebut dialirkan ke ruang terbuka hijau. Sistem pengairan dan penyiraman pada ruang terbuka hijau dan perkebunan dapat dilakukan dari dalam tanah. Dengan dapat memanfaatkan air secara bijak, diharapkankan krisis air bersih di Indonesia dapat dimimalisir.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim.2013. Pengetahuan Tentang Penanganan Limbah Cair, (http://wastewater.blogdetik.com/ diakses 12 November2013)
Puslitbang PU.2011. Grey Water, (http://123.231.252.9/index.php/hasil-litbang/366-grey-water diakses 12 November 2013)
Ratna Widya Danista. 2010. Penggunaan Bambu Air (Equisetum Hyemale) Dan Bambu Rejeki (Dracaena Sanderiana) Untuk Penyisihan Nitrogen Dan Fosfor Pada Grey Water Dengan Sistem Constructed Wetland. Paper, (online), (http://digilib.its.ac.id/public/ITS-paper-19610-3307100067-Paper.pdf diakses 12 November 2013)
http://123.231.252.9/index.php/hasil-litbang/366-grey-water
read more “Pemanfaatan Air Pengolahan Ecotech Garden sebagai Sumber Utama Penyiraman Ruang Terbuka Hijau di Indonesia”
 

@Khata_Melda Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | Ugg Boots Sale | web hosting