Sabtu, 31 Agustus 2013

Laos; The Rising Star

Diposting oleh Unknown di 16.50 0 komentar


Visi ASEAN 2015 adalah menjadi ASEAN komunitas tunggal, baik di bidang ekonomi maupun politik. Laos, atau Republik Demokratik Laos, meski sudah bergabung dengan ASEAN sejak tahun 1997, namun baru membuka diri seluas-luasnya dengan negara lain pada tahun 2004, dan melakukan kerjasama di berbagai bidang. Peran Republik Demokratik Laos di ASEAN, bisa dikatakan belum banyak berkontribusi, tenggelam di bawah bayang-bayang negara ASEAN lainnya yang semakin maju. Dengan adanya Komunitas ASEAN, diharapkan Laos menjalin kemitraan yang baik dengan  negara ASEAN lainnya.
Jika posisi Anda adalah negara Laos, investasi diplomatik apa yang diharapkan dengan kemitraan yang terjalin dengan dunia internasional, khususnya negara-negara ASEAN.  Tuliskan pendapatmu di blog tentang hal tersebut. Fokus pada peran Laos sebagai anggota Komunitas ASEAN.

Masing ingat negara Laos kan?? Itu loh, negara yang sering muncul disoal ujian semester kita waktu SD dulu. Udah lupa?? Wah bahaya.. Tak kasih tahu ya..
 
Laos adalah salah satu negara yang terdaftar sebagai anggota ASEAN. Laos telah bergabung bersama ASEAN sejah tahun 19997. Ibukota dan kota terbesar di Laos adalah Vientiane, kota-kota besar lain meliputi Luang PrabangSavannakhet, dan Pakse. Bentuk pemerintahan negara Laos itu, Republik, Bahasa nasionalnya Bahasa Lao, palaungwa, Tai. Agama mayoritas penduduk Laos adalah Budha 50%,dan tribal (Tribal itu agama seperti apa ya?? Tribal itu agama kesukuan.). Bentang alam laos memiliki luas 236.804 km atau 2/3 nya pulau Sumatra, Huah. Kecil banget. Penduduk Laos terdiri atas beberapa suku yaitu suku laos, suku pegunungan (meo dan yoo), suku kha dan suku perbukitan (Montag nard). Mata pencaharian penduduk Laos di bidang pertanian ,industri ,pertambangan, kehutanan dan perikanan.

Wes toh???
Negara Laos memang jarang terdengar ditelinga kita, karena negara ini cenderung menutup diri. Hidup didalam bayangan kelam penjajahan dan kemudian merdeka ditahun 1949 tak membuat rakyat Laos benar-benar merdeka. Mereka harus merasakan hidup dibawah perang saudara selama bertahun-tahun. Coba baca lebih banyak mengenai riwayat negara Laos deh, saudara kita yang satu ini punya riwayat hidup yang membuat hati saya miris. Ohh.. *Ngusap air mata. Itulah sebabnya mengapa negara Laos jarang muncul di muka dunia. Ibaratnya nih, negara Laos itu kalau dalam dunia sinentron masih berperan sebagai figuran. Itu loh, yang sering lewat-lewat ga jelas, kadang yang kelihatan cuma kakinya doang:) Ets.. tunggu dulu, jangan menganggap remeh negara ini. Sejak 2004 Laos sudah berani membuka diri dan sepertinya Laos siap menjadi Rising star. Asik..asikk.. Gitu dong Laos, sebagai saudara kan saya jadi senang dengarnya :)
Ilustrasi

Laos adalah negara yang terhimpit oleh daratan di Asia Tenggara dan diselimuti hutan lebat yang kebanyakan bergunung-gunung. Laos juga memiliki beberapa dataran rendah. Sungai Mekong  menjadi perbatasan Laos dengan Thailand.
 
Tahu ngak kalau dari sebrang sungai Mekong, warga Laos biasanya selalu melihat kearah negara Thailand yang ada di sebrang sana. Salah satu impian warga negara Laos adalah bisa berkunjung ke negara Thailand, karena bagi Laos negara Thailand adalah negara impian. Ohh.. sedih sekali nasib saudara kita ini :( Kalau kalian ke Laos, ajak- ajak saya yah.. Hahah bercanda, maksud saya kalau kalian ke Laos coba deh berlayar di sungai Mekong, kalian akan melihat perbedaan yang sangat jauh antara sisi negara Thailand yang dipenuhi gedung mewah dengan negara Laos yang dipenuhi bangunan kumuh. Orang-orang yang punya kantong tebal di Laos kabarnya sering berbelanja ke Thailand karena di Thailand semua tersedia lengkap.

Jika saya berada diposisi Laos :(  investasi diplomatik yang saya harapkan dengan negara-negara ASEAN adalah sebagai berikut:

1.      Investasi diplomatik dibidang pertahanan dan kemanan dengan Indonesia.

Dalam sudut pandang Geografi Politik, letak wilayah negara Laos yang tidak memiliki wilayah laut atau pantai dianggap kurang menguntungkan dari segi pertahanan dan keamanan, khususnya dari serangan atau invasi bangsa lain. Dalam hal ini Laos memang sudah memutuskan untuk melakukan kerja sama dengan Indonesia. Negara indonesia dan Laos menyepakati kerja sama di bidang keamanan/militer pada pertemuan asean ministerial meting transnational crime (AMMTC) di Nusa Dua Bali. Jika saya berada diposisi Laos, saya memilih untuk bekerja sama dibidang pertahan dan keamanan dengan Indonesia, karena saya tahu bahwa angkatan militer Indonesia termasuk angkatan militer yang aktif dalam menjalankan tugas membantu negara yang kekurangan tenaga militer dan menjaga perdamaian dunia.

2.      Investasi diplomatik dibidang Pariwisata dengan Malaysia.
 
Pada 1993, pemerintah mencanangkan 21% dari wilayah negara sebagai Area Konservasi Keanekaragaman Hayati Nasional (National Biodiversity Conservation Area/NBCA), yang akan dikembangkan menjadi sebuah taman nasional. Taman nasional ini diperkirakan akan menjadi taman nasional terbaik dan terluas di Asia Tenggara. Sejumlah spesies binatang baru telah ditemukan atau ditemukan kembali di Laos beberapa tahun terakhir. Pariwisata adalah industri dengan pertumbuhan tercepat di Laos. Kekayaan budaya Laos yang terdiri atas berbagai macam suku bangsa dengan berbagai macam budaya yang masih dijunjung tinggi oleh Masyarakatnya membuat Laos mempunyai potensi besar dibidang pariwisata. Potensi sumber daya alam yang ada di Laos juga dapat dimanfaatkan secara optimal untuk ditawarkan sebagai objek wisata. Laos juga memiliki banyak bangunan bersejarah, terutama candi. Saya memilih untuk bekerjasama dengan negara Malaysia dibidang pariwisata karena saya merasa negara Malaysia termasuk negara yang dapat mengatur dan mempromosikan industry pariwisatanya dengan baik di kawasan Asia Tenggara. Dengan bekerja sama dengan negara Malaysia, Laos dapat mempelajari bagaimana negara ini dapat mengajak banyak wisatawan berkunjung kenegaranya bahkan sukses membranding “Truly Asia” dihadapan dunia.

3.      Investasi diplomatik dibidang Ekonomi dengan Singapura.

 Pertumbuhan ekonomi di negara Laos umumnya memang terhambat. Hal ini dilatarbelakangi banyaknya penduduk berpendidikan Laos yang pindah ke luar negeri karena merasa di negara mereka tidak tersedianya lapangan pekerjaan yang memadai. Pada 2005 penelitian oleh Bank Dunia melaporkan bahwa 37% dari penduduk Laos yang berpendidikan tinggal di luar negeri, menempatkan Laos pada tempat ke-5 di dunia untuk kasus ini. Wah, ngak punya jiwa nasionalis nih, siapa yang mau membangun negara sendiri kalau bukan kita warga negaranya. Pemerintah Laos saat ini memulai membuka diri dan melepas kontrol ekonomi dengan mengizinkan berdirinya  perusahaan swasta pada tahun 1986. Hasilnya, pertumbuhan ekonomi melesat dari sangat rendah menjadi rata-rata 6% per tahun.
Kembali lagi, jika saya menjadi Laos saya akan memilih bekerjasama dibidang ekonomi dengan Singapura karena Negara Singapura adalah negara dengan pertumbuhan ekonomi terbaik di Asia Tenggara. Sealin itu Negara Singapura juga termasuk negara tujuan ekspor yang baik bagi Laos untuk mengembangkan pertumbuhan ekonominya.

4.      Investasi diplomatik dibidang Infrastruktur dengan Thailand
    
Sebagian besar dari wilayah Laos masih kekurangan infrastruktur yang memadai. Laos masih belum memiliki jaringan rel kereta api. Jalan-jalan besar yang meghubungkan pusat-pusat perkotaan, disebut Rute 13, memang telah diperbaiki secara besar-besaran beberapa tahun terakhir, namun desa-desa yang jauh dari jalan-jalan besar hanya dapat diakses melalui jalan tanah yang mungkin tidak dapat dilalui sepanjang tahun. Telekomunikasi internal dan eksternal yang terbatas, terutama lewat jalur kabel, namun penggunaan telepon genggam/handphone telah menyebar luas di pusat perkotaan. Listrik tidak tersedia di banyak daerah pedesaan.
Saya memilih bekerja sama dengan Thailand dibidang infrastuktur karena Thailand adalah negara yang berbatasan langsung dengan Laos. Thailand juga menjadi salah satu negara yang mempunyai kemajuan infrastuktur yang cukup pesat di Asia Tenggara. Thailand dapat menjadi contoh yang tepat bagi Laos dalam hal pembangunan infrastuktur, mengingat kontur tanah, musim serta keadaan daerah yang tidak jauh berbeda. Kerjasama Thailand dan Laos mulai terlihat dengan adanya rencana membangun jembatan yang menghubungkan Vientiane dengan Thailand yang dikenal dengan Jembatan Persahabatan Thailand-Laos.
 

5.      Investasi diplomatik dibidang Pertanian dengan Vietnam dan Indonesia. 
 
 Pertanian masih memengaruhi setengah dari pendapatan nasional dan menyerap 80% dari tenaga kerja yang ada di Laos. Negara yang mempunyai lembah sungai yang subur ini banyak menghasilkan tanaman pertanian dan perkebunan, terutama padi, kopi, dan tembakau. Wilayahnya didominasi perbukitan dan pegunungan yang tertutup hutan lebat, sehingga menghasilkan kayu sebagai salah satu komoditasnya. Saya memilih bekerja sama dengan Indonesia dan Vietnam, karena kedua negara ini termasuk negara yang kaya akan hasil pertanian. Indonesia, Laos dan Vietnam dapat bekerjasama untuk menjadi importir pertanian terbesar didunia dan membawa wajah Asia tenggara lebih disegani oleh dunia.

Itulah beberapa investasi diplomatik dengan beberapa negara di Asia Tenggara dalam berbagai bidang yang saya harapkan jika saya diposisiskan sebagai Laos. Saya berharap Laos dapat lebih terbuka terhadap dunia luar terutama saudara-saudaranya di Asia tenggara. Laos harus bengkit dari keterpurukannya. Komunitas ASEAN 2015 dapat menjadi jalan bagi Laos menunjukkan kegagahannya di mata dunia terutama Asia tenggara. Ayo Laos, bersinarlah. :)
read more “Laos; The Rising Star”

Jumat, 30 Agustus 2013

Indonesia- Vietnam, Siap Jadi Raksasa Kopi Dunia

Diposting oleh Unknown di 15.13 0 komentar


Sekarang ini, minum kopi sudah menjadi bagian dari gaya hidup moderen. Hampir di seluruh penjuru kota, tidak hanya di Indonesia tetapi juga ASEAN, banyak tersebar gerai kopi. Di dunia, negara penghasil kopi terbesar adalah pertama: Brazil,  kedua: Vietnam dan ketiga adalah Indonesia. Kedua negara terakhir adalah anggota ASEAN. Menuju Komunitas ASEAN 2015 ini, mampukah Vietnam dan Indonesia merebut pangsa pasar kopi dunia? Bisakah kedua negara tersebut menjadi partner produksi kopi, bukan menjadi rival atau saling bersaing.

 

Indonesia dan Vietnam memang sudah lama menjalin kerjasama diberbagai bidang baik perdagangan, industry perikanan dan sektor wisata. Ditahun 2012 yang lalu kerjasama perdagangan Indonesia dan Vietnam bahkan bisa membawa keuntungan hingga lima miliar dolar AS. Wahh.. banyak.. Dalam pertemuan bisnis Indonesia- Vietnam dikatakan bahwa potensi kerjasama Indonesia dan Vietnam cukup besar karena Indonesia dan Vietnam memiliki banyak kekayaan sumber daya alam yang dapat meningkatkan nilai kerjasama kedua negara.

Dibidang Industri perikanan kerja sama Indonesia dan Vietnam terlihat melalui berbagi praktek terbaik agar kegiatan ekspor semakin kompetitif. Di industri pariwisata Indoneisa dan Vietnam telah berkolaborasi dalam membuat paket terintegrasi seputar kultur, kapal, dan tur mewah. 
 
Tentunya Indonesia dan Vietnam juga bekerja sama dibidang makanan dan agrikultur. Tahu dong kalau Indonesia dan Vietnam itu negara yang terdaftar sebagai penghasil kopi terbesar dan terbaik didunia??
Untuk komoditas kopi saat bahkan Howard Schultz pemilik Starbucks yang saat jadi tempat nongkrongnya anak muda yang kece-kece, mengatakan kopi dari Indonesia adalah kopi terbaik di dunia yang bermasalah hanya memperkenalkan merek.
Nah, ini dia celahnya.. Perkenalan merek. Indonesia dan Vietnam dapat bekerjasama dalam komoditas kopi dengan menghasilkan kopi terbaik dan memperkenalkannya sebagai produk yang berasal dari Asia Tenggara.

Kata kunci untuk menjawab bisakah Indonesia dan Vietnam bekerja sama dalam merebut pangsa pasar kopi didunia sudah kita dapatkan. Pertama, Indonesia dan Vietnam terdaftar sebagai negara penghasil kopi terbesar didunia. Kedua, kopi dari kedua negara yang tergabung dalam ASEAN ini mempunyai kualiatas yang tak perlu diragukan lagi. Jadi dengan lantang dan gagah berani saya berani mengatakan bahwa Indonesia dan Vietnam dapat bekerja sama dalam merebut pangsa pasar kopi dunia.
Kembali meyinggnug masalah merk yang tadi sudah disebutkan, Indonesia dan Vietnam seharusnya sudah mulai dapat memikirkan dan bekerja sama untuk memperkenalkan merek kopi milik Asia Tengara kemata dunia. Merek kopinya mungkin bisa “InVi Cofee” Heheh.. becanda. Maksud saya disini tidak sesederhana itu.

Selama ini variasi dalam menikmati kopi memang masih lebih sedikit dibandingkan dengan cara menikmati minuman yang lain seperti teh. Disinilah Indonesia dan Vietnam dapat berperan, untuk menstabilkan  harga kopi dipasaran dengan menghasilkan produk kopi terbaru sehingga apabila musim  panen  tiba tidak membuat dunia kebanjiran kopi yang berakibat jatuhnya harga kopi dunia. Indonesia dan Vietnam dapat menambahkan variasi dalam menikmati kopi. Selama ini kopi yang dijual dipasaran hanya dalam bentuk bubuk. Kalaupun ada produk dalam bentuk lain yang kita temui, paling yang dimaksud adalah produk kopi dalam bentuk permen.

Indonesia dan Vietnam dapat bekerjasama dalam menghasilkan produk kopi dalam kemasan siap saji. Seharusnya kedua negara  yang  bergelar produsen kopi terbesar dunia ini tidak hanya menjual kopi dalam bentuk bubuk jika  ingin diketahui secara luas oleh masyarakat dunia bahwa negara ini kaya akan komoditas kopi. Kedua negara ini diharapakan dapat menghasilkan kopi dalam kemasan botol, kaleng dan plastik yang siap untuk diminum. Dengan cara seperti ini diharapkan tren minum kopi bahkan dapat menggeser minuman bersoda yang saat ini masih menjadi primadona karena disajikan dalam banyak varian dan berbagai kemasan yang siap minum.

Indonesia dan Vietnam dapat pula bekeja sama untuk melakukan penelitian dan klon sehingga dapat menghasilkan kopi varietas terbaru dengan kualitas yang baik. Seperti yang kita tahu, issue yang beredar dimasyarakat mengenai dampak negative meminum kopi yang menimbulkan beberapa penyakit cukup berperan besar dalam menurunkan minat masyarakat dalam meminum kopi. Isue ini dapat menjadi tantangan bagi Vietnam dan Indonesia untuk menghasilkan kopi dengan aroma harum ( kandungan minyak atsiri tinggi) tetapi rendah kafein.

Indonesia dan Vietnam pasti dapat menjadi raksasa kopi dunia yang berperan dalam menentukan harga kopi dipasaran apabila mempunyai menajemen kerjasama yang baik dalam komoditas ini. Sudah dulu ya jawaban saya, saya harus segera meminum kopi yang aromanya sejak tadi sudah menari-nari di indra penciuman saya, merayu untuk diminum. :)
read more “Indonesia- Vietnam, Siap Jadi Raksasa Kopi Dunia”

Kamis, 29 Agustus 2013

2014, Myanmar Siap Bebas Visa

Diposting oleh Unknown di 14.08 0 komentar

Hampir semua negara di ASEAN, telah membebaskan pengurusan visa bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke negaranya, namun tidak dengan Myanmar. Kenapa ya, berwisata ke Myanmar tidak cukup dengan mengandalkan paspor saja? Perlu atau tidak visa bagi perjalanan wisata? 
 File:Yangon29.JPG
Anda ingin pergi ke Myanmar?? Opss. Tunggu dulu. Apa anda sudah menyiapkan visa perjalan anda?
Visa adalah sebuah dokumen yang dikeluarkan oleh sebuah negara yang memberikan seseorang izin untuk masuk ke negara tersebut dalam suatu periode waktu dan tujuan tertentu. Kebanyakan negara membutuhkan kepemilikan Visa asli bagi negara asing yang ingin masuk ke negara lain.
Visa sendiri memiliki beberapa jenis sesuai dengan fungsi atau kegunaannya, seperti Visa wisata, Visa pelajar, Visa pekerja, dan Visa yang hanya bisa dibuat oleh pejabat penting sebuah negara.

Dengan kebijakan bebas visa negara ASEAN, kita bisa keliling ke negara-negara dikawasan Asia Tenggara tanpa repot-repot mengurus visa loh. Tahu ngak sih, ternyata gagasan penerapan program Visa Bersama ASEAN sudah muncul sejak tahun 2009 pada pertemuan para Dirjen Imigrasi dan Konsuler se-Asia Tenggara. Namun saat itu konsep tersebut belum dianggap mendesak karena masih banyak kendala menyangkut penerapan di masing-masing negara seperti keimigrasian, aspek keamanan, pengelolaan perbatasan, maupun aspek finansial.  Kalian tahu dong, kalau rencana pemberlakuan visa tunggal bertujuan untuk meningkatkan kunjungan pariwisata ASEAN.  Program ini dianggap berhasil sebab setelah pemberlakuan visa tunggal dikawasan ASEAN, pada tahun  2010  ASEAN berhasil mengundang 65 juta wisatawan, Selain itu, rencana pemberlakuan visa tunggal tersebut juga bertujuan untuk menghubungkan negara-negara dikawasan Asia Tenggara baik dari sisi infrastruktur dasar terkait perhubungan darat, laut dan udara sehingga mendorong interaksi antar penduduk, pariwisata, investasi dan pedagangan. Visa tunggal juga bertujuan menyambut penerapan kebijakan penerbangan ASEAN open sky yang dijadwalkan akan mulai berlaku pada 2015 nanti
Produk dari kebijakan ASEAN yang satu ini adalah ya itu, kita bisa mutar-mutarin negara yang tergabung dalam ASEAN tanpa perlu repot-repot mengurus visa. Ets.. tunggu dulu, kecuali Myanmar.

Kenapa Myanmar masih belum bebas visa?

Udah ngak sabaran ya buat mengunjungi Myanmar. Tunggu dulu ya, saudara kita yang satu ini memang belum menerapakan kebijakan bebas visa. Jadi untuk mengunjungi Myanmar kita harus mempersiapkan visa terlebih dahulu jika tak mau berurusan dengan pihak imigrasi Myanmar atau dianggap sebagai imigran gelap.
Myanmar sampai sekarang belum menerapkan bebas visa seperti negara ASEAN lainnya karena alasan politis. Tapi tenang aja, dalam waktu dekat Myanmar akan menerapkan bebas visa bagi turis kok:)
Ini nih kabar baik bagi anda yang sudah menyusun baju di koper untuk pergi ke Myanmar. Menurut Dirjen Kerjasama ASEAN Kemenlu RI, I Gusti Agung Waseka Puja, tahun 2014 giliran Myanmar akan menjadi ketua Asean, kemungkinan sebelum itu visa biasa akan dibebaskan. Selama ini negara itu sudah membebaskan visa khusus dan diplomatik.
Sepertinya Myanmar memang sudah mulai memikirkan pembebasan visa mengingat Komunitas ASEAN pada tahun 2015. Ketika komunitas ASEAN resmi hadir pada tahun 2015 nanti, dipastikan  kunjungan tugas pemerintahan, pendidikan, sosial budaya, pariwisata, bisnis, keluarga atau jurnalistik akan banyak mengahampiri negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Jika Myanmar belum memutuskan untuk membebaskan visa maka dapat dipastikan pergerakan itu akan tersendat.

Perlu atau tidak visa bagi perjalanan wisata? 
Perlu ga yah? Ada beberapa jenis visa, tapi jika ingin melakukan perjalan wisata, yang kita butuhkan tentu jenis visa yang paling umum yaitu visa wisata. Syarat umum mengurus visa wisata adalah mempunyai tiket pesawat PP, konfirmasi tempat menginap hotel dan rencana perjalanan, rekening tabungan, riwayat perjalan keluar negeri bahkan tempat bekerja kita. Jadi apa menurut kalian visa bagi perjalanan wisata perlu?? Kalau menurut saya, visa bagi perjalan wisata sebaiknya tak perlu diadakan karena mengingat waktu kunjungan yang hanya sebentar selain itu dengan membebaskan visa tentu akan lebih banyak wisatawan yang tertarik untuk berkunjung karena tidak direpotkan oleh birokrasi.
Tapi, kita juga harus ingat tentu ada dampak negatif dari penerapan Visa Bersama. Dampak negative itu berupa peningkatan kejahatan lintas negara (transnational crime. Untuk memperkecil dampak negatif tersebut diharapkan pemerintah dapat mengawasi jalur-jalur perbatasan dan pintu masuk Indonesia dengan baik tanpa membuat wisatawan merasa tergangu.
So, siap keliling ASEAN? Atau menunggu Myanmar meresmikan bebas visanya dulu biar terasa lengkap mengunjungi 10 negara ASEAN?  Semuanya terserah anda :)
read more “2014, Myanmar Siap Bebas Visa”
 

@Khata_Melda Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | Ugg Boots Sale | web hosting