Sudah pernah
berwisata ke Candi Borobudur? Menurut penjelasan ahli sejarah, relief Borobudur
ada kemiripan dengan Candi Angkor Wat, yang berada di Kamboja. Padahal,
Borobudur dibangun 3 abad sebelum Angkor Wat ada. Apakah ini menandakan
bahwa negara-negara di ASEAN itu serumpun? Apa pendapatmu mengenai hal itu?
Untuk menjawab pertanyaan diatas mari
terlebih dulu menjenguk Candi Borobudur dan Angkor Wat.
Candi Borobudur
Candi Borobudur merupakan candi Budha, terletak
di desa Borobudur kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dibangun oleh Raja
Samaratungga, salah satu raja kerajaan Mataram Kuno, keturunan Wangsa
Syailendra. Nama Borobudur merupakan gabungan dari kata Bara dan Budur. Bara
dari bahasa Sansekerta berarti kompleks candi atau biara. Sedangkan Budur
berasal dari kata Beduhur yang berarti di atas, dengan demikian Borobudur
berarti Biara di atas bukit
Jauh sebelum Angkor Wat berdiri di Kamboja dan
katedral-katedral agung ada di Eropa, Candi Borobudur telah berdiri dengan
gagah di tanah Jawa. Bangunan yang disebut UNESCO sebagai monumen dan kompleks
stupa termegah serta terbesar di dunia ini ramai dikunjungi oleh peziarah pada
pertengahan abad ke-9 hingga awal abad ke-11. Umat Buddha yang ingin
mendapatkan pencerahan berduyun-duyun datang dari India, Kamboja, Tibet, dan
China. Tidak hanya megah dan besar, dinding Candi Borobudur dipenuhi pahatan
2672 panel relief yang jika disusun berjajar akan mencapai panjang 6 km! Hal
ini dipuji sebagai ansambel relief Buddha terbesar dan terlengkap di
dunia, tak tertandingi dalam nilai seni.
Relief yang terpahat di dinding candi terbagi
menjadi 4 kisah utama yakni Karmawibangga, Lalita Wistara, Jataka dan Awadana,
serta Gandawyuda. Selain mengisahkan tentang perjalanan hidup Sang Buddha dan
ajaran-ajarannya, relief tersebut juga merekam kemajuan masyarakat Jawa pada
masa itu. Bukti bahwa nenek moyang Bangsa Indonesia adalah pelaut yang ulung
dan tangguh dapat dilihat pada 10 relief kapal yang ada. Salah satu relief
kapal dijadikan model dalam membuat replika kapal yang digunakan untuk
mengarungi The Cinnamon Route dari Jawa hingga benua Afrika. Saat ini
replika kapal yang disebut sebagai Kapal Borobudur itu disimpan di Museum Kapal Samudraraksa.
Berdasarkan prasasti Kayumwungun yang bertanggal
26 Mei 824, Candi Borobudur dibangun oleh Raja Samaratungga abad ke-8 hingga
abad ke-9. Proses pembangunan berlangsung selama 75 tahun dibawah kepemimpinan
arsitek Gunadarma
Candi Angkor Wat
Angkor Wat berasal dari kata angkor (bahasa Sansekerta) yang
berarti “negara” dan wat (bahasa Khmer) yang berarti “kuil”. Secara fisik,
Angkor Wat merupakan kawasan ibadah berbentuk persegi dengan panjang 1500 meter
dan lebar 1300 meter. Raja Suryavarman II dari Kerajaan Khmer mulai membangun
candi di atas tanah seluas 200 hektar yang terletak di ibukota Angkor yang saat
ini dikenal denganKamboja. Kompleks ini dibangun untuk menghormati Dewa
Wisnu. Namun, pada abad ke -14 pemimpin setempat mengonversinya menjadi
sebuah kuil Buddha.
Angkor Wat sebuah kuil yang berada di Angkor, Kamboja,
dibangun sejak pertengahan abad ke -12 oleh Raja Suryavarman II masih berdiri
kokoh hingga kini. Bangunan terdiri dari lima menara tinggi menjulang dengan
candi - candi kecil di sekitarnya.
Angkor
Wat menjadi begitu terkenal ketika Kuil ini dipromosikan di AMAZING RACE ASIA,
dan berulangkali menjadi tempat untuk latar belakang film Tomb Raider. Setelah
itu, banyak media datang dan memberitakan kemegahan Angkor Wat. Setiap tahun,
lebih dari sejuta turis asing datang dan berkunjung ke kuil ini, dan menjadi
sumber devisa bagi Negara Kamboja.
Kemiripan relief
Candi Angkor Wat dengan Candi Borobudur
Beberapa model relief yang di miliki Candi Angkor Wat memang cenderung
memiliki banyak kesamaan
dengan yang ditemukan di candi Borobudur.
Diperkirakan kemiripan pada
relief Candi Borobudur dan Angkor Wat dikarenakan hubungan Indonesia dan Kamboja yang
sudah mulai terjalin sejak sebelum
masa Raja Jayawarman II di Kamboja, yaitu sebelum abad ke-9.
Berdasarkan peninggalan arkeologi dan catatan beberapa prasasti, interaksi
dan hubungan antara orang-orang Kamboja dan penduduk Jawa bahkan telah terjadi
pada abad ke-6. Interaksi ini didirikan melalui kegiatan perdagangan yang
melibatkan kerajaan di Kamboja dan Indonesia pada waktu itu.
Karena itu, untuk memastikan hubungan Candi Angkor
Wat dan Borobudur serta hubungan antara orang-orang Kamboja dan penduduk Jawa, Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Kamboja, Ngurah
Swajaya, mengusulkan beberapa rekomendasi konkrit kerjasama bilateral, seperti
pelaksanaan penelitian tentang sejarah hubungan antara kedua negara, pendirian
pusat informasi tentang Candi Borobudur di Siem Riep dan Angkor Wat di Jawa
Tengah sebagai salah satu program sister temple antara Siem Riep dan Jawa
Tengah.
Apakah ini
menandakan bahwa negara-negara di ASEAN itu serumpun?
Hal
pertama yang tidak boleh kita lupakan dalam menjawab pertanyaan ini adalah ASEAN terbentuk dengan alasan bahwa
negara anggota ASEAN merasa mereka adalah negara serumpun, serasa, dan
sependeritaan, serta keinginan untuk memajukan dan memberi kemudahan bagi
kegiatan perekonomian, sosial budaya serta ingin mewujudkan perdamaian melalui
politik-keamanan di daerah Asia Tenggara.
Untuk memperkuat bukti
bahwa negara ASEAN serumpun, coba lihat budaya masing-masing negara ASEAN, kita
dapat menemukan bahwa kebudayaan Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam
memiliki kemiripan. Selain itu, kemiripan juga terdapat dalam kebudayaan
Thailand, Vietnam, Laos dan Kamboja. Negara yang cenderung memiliki identitas
sendiri dibandingkan dengan negara lain di ASEAN adalah Philipina.
Karena negara serumpun,
tentu negara yang termasuk dalam anggota ASEAN memiliki banyak persamaan dari
segi seni, budaya dan warisan. Jika ada kerjasama erat antara negara-negara
Asean akan dapat dipastikan keunikan dan keindahan budaya yang dimiliki Asia Tenggara dapat
dipertahankan daripada pengaruh budaya picisan. Negara-negara Asean perlu
bekerjasama mempertahankan seni dan budaya serumpun agar tidak mudah dibolosi
perkara-perkara negatif yang menular ke dalam masyarakat.
Misteri antara Candi Angkor Wat dan Candi Borobudur
Tahukah kamu?
Menurut legenda Kamboja, arsitek
Angkor Wat adalah Gunadharma. Sedangkan dalam legenda budaya Indonesia
disebutkan pula bahwa Gunadharma merupakan arsitek Candi Borubudur. Kalau memang
benar Gunadharma yang dimaksud adalah pribadi yang sama, mungkin itu salah satu
alasan mengapa ada kesamaan relief antara Angkor Wat dan Candi Borobudur.
Namun tak semua pakar setuju dengan
hal ini. Beberapa pendapat menentang hal ini dengan alasan Angkor
Wat dibuat pada abad ke-12 sementara Borobudur dibuat pada abad ke-9, tiga abad
lebih awal daripada Angkor Wat. Pembuat Borobudur (tuan Gunadardharma) tidak bisa hidup selama itu.
0 komentar:
Posting Komentar