Selasa, 27 Agustus 2013

Menjenguk Borobudur dan Candi Angkor Wat

Diposting oleh Unknown di 16.04


Sudah pernah berwisata ke Candi Borobudur? Menurut penjelasan ahli sejarah, relief Borobudur ada kemiripan dengan Candi Angkor Wat, yang berada di Kamboja. Padahal, Borobudur dibangun 3 abad sebelum Angkor Wat ada.  Apakah ini menandakan bahwa negara-negara di ASEAN itu serumpun? Apa pendapatmu mengenai hal itu?

Untuk menjawab pertanyaan diatas mari terlebih dulu menjenguk Candi Borobudur dan Angkor Wat.
 
Candi Borobudur
Candi Borobudur merupakan candi Budha, terletak di desa Borobudur kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dibangun oleh Raja Samaratungga, salah satu raja kerajaan Mataram Kuno, keturunan Wangsa Syailendra. Nama Borobudur merupakan gabungan dari kata Bara dan Budur. Bara dari bahasa Sansekerta berarti kompleks candi atau biara. Sedangkan Budur berasal dari kata Beduhur yang berarti di atas, dengan demikian Borobudur berarti Biara di atas bukit
Jauh sebelum Angkor Wat berdiri di Kamboja dan katedral-katedral agung ada di Eropa, Candi Borobudur telah berdiri dengan gagah di tanah Jawa. Bangunan yang disebut UNESCO sebagai monumen dan kompleks stupa termegah serta terbesar di dunia ini ramai dikunjungi oleh peziarah pada pertengahan abad ke-9 hingga awal abad ke-11. Umat Buddha yang ingin mendapatkan pencerahan berduyun-duyun datang dari India, Kamboja, Tibet, dan China. Tidak hanya megah dan besar, dinding Candi Borobudur dipenuhi pahatan 2672 panel relief yang jika disusun berjajar akan mencapai panjang 6 km! Hal ini dipuji sebagai ansambel relief Buddha terbesar dan terlengkap di dunia, tak tertandingi dalam nilai seni.
Relief yang terpahat di dinding candi terbagi menjadi 4 kisah utama yakni Karmawibangga, Lalita Wistara, Jataka dan Awadana, serta Gandawyuda. Selain mengisahkan tentang perjalanan hidup Sang Buddha dan ajaran-ajarannya, relief tersebut juga merekam kemajuan masyarakat Jawa pada masa itu. Bukti bahwa nenek moyang Bangsa Indonesia adalah pelaut yang ulung dan tangguh dapat dilihat pada 10 relief kapal yang ada. Salah satu relief kapal dijadikan model dalam membuat replika kapal yang digunakan untuk mengarungi The Cinnamon Route dari Jawa hingga benua Afrika. Saat ini replika kapal yang disebut sebagai Kapal Borobudur itu disimpan di Museum Kapal Samudraraksa.
Berdasarkan prasasti Kayumwungun yang bertanggal 26 Mei 824, Candi Borobudur dibangun oleh Raja Samaratungga abad ke-8 hingga abad ke-9. Proses pembangunan berlangsung selama 75 tahun dibawah kepemimpinan arsitek Gunadarma
 
Candi Angkor Wat
Angkor Wat berasal dari kata angkor (bahasa Sansekerta) yang berarti “negara” dan wat (bahasa Khmer) yang berarti “kuil”. Secara fisik, Angkor Wat merupakan kawasan ibadah berbentuk persegi dengan panjang 1500 meter dan lebar 1300 meter. Raja Suryavarman II dari Kerajaan Khmer mulai membangun candi di atas tanah seluas 200 hektar yang terletak di ibukota Angkor yang saat ini dikenal denganKamboja. Kompleks ini dibangun untuk menghormati Dewa Wisnu. Namun, pada abad ke -14 pemimpin setempat mengonversinya menjadi sebuah kuil Buddha.
Angkor Wat sebuah kuil yang berada di Angkor, Kamboja, dibangun sejak pertengahan abad ke -12 oleh Raja Suryavarman II masih berdiri kokoh hingga kini. Bangunan terdiri dari lima menara tinggi menjulang dengan candi - candi kecil di sekitarnya.
Angkor Wat menjadi begitu terkenal ketika Kuil ini dipromosikan di AMAZING RACE ASIA, dan berulangkali menjadi tempat untuk latar belakang film Tomb Raider. Setelah itu, banyak media datang dan memberitakan kemegahan Angkor Wat. Setiap tahun, lebih dari sejuta turis asing datang dan berkunjung ke kuil ini, dan menjadi sumber devisa bagi Negara Kamboja.
Kemiripan relief  Candi Angkor Wat dengan Candi Borobudur 
Beberapa model relief yang di miliki Candi Angkor Wat memang cenderung memiliki banyak kesamaan dengan yang ditemukan di candi Borobudur.
Diperkirakan kemiripan pada relief Candi Borobudur dan Angkor Wat dikarenakan hubungan Indonesia dan Kamboja yang sudah mulai terjalin sejak sebelum masa Raja Jayawarman II di Kamboja, yaitu sebelum abad ke-9.
Berdasarkan peninggalan arkeologi dan catatan beberapa prasasti, interaksi dan hubungan antara orang-orang Kamboja dan penduduk Jawa bahkan telah terjadi pada abad ke-6. Interaksi ini didirikan melalui kegiatan perdagangan yang melibatkan kerajaan di Kamboja dan Indonesia pada waktu itu.
Karena itu, untuk memastikan hubungan Candi Angkor Wat dan Borobudur serta hubungan antara orang-orang Kamboja dan penduduk Jawa, Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Kamboja, Ngurah Swajaya, mengusulkan beberapa rekomendasi konkrit kerjasama bilateral, seperti pelaksanaan penelitian tentang sejarah hubungan antara kedua negara, pendirian pusat informasi tentang Candi Borobudur di Siem Riep dan Angkor Wat di Jawa Tengah sebagai salah satu program sister temple antara Siem Riep dan Jawa Tengah.

Apakah ini menandakan bahwa negara-negara di ASEAN itu serumpun?

 Hal pertama yang tidak boleh kita lupakan dalam menjawab pertanyaan ini adalah ASEAN terbentuk dengan alasan bahwa negara anggota ASEAN merasa mereka adalah negara serumpun, serasa, dan sependeritaan, serta keinginan untuk memajukan dan memberi kemudahan bagi kegiatan perekonomian, sosial budaya serta ingin mewujudkan perdamaian melalui politik-keamanan di daerah Asia Tenggara.
Untuk memperkuat bukti bahwa negara ASEAN serumpun, coba lihat budaya masing-masing negara ASEAN, kita dapat menemukan bahwa kebudayaan Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam memiliki kemiripan. Selain itu, kemiripan juga terdapat dalam kebudayaan Thailand, Vietnam, Laos dan Kamboja. Negara yang cenderung memiliki identitas sendiri dibandingkan dengan negara lain di ASEAN adalah Philipina.


Karena negara serumpun, tentu negara yang termasuk dalam anggota ASEAN memiliki banyak persamaan dari segi seni, budaya dan warisan. Jika ada kerjasama erat antara negara-negara Asean akan dapat dipastikan keunikan dan keindahan budaya yang dimiliki Asia Tenggara dapat dipertahankan daripada pengaruh budaya picisan. Negara-negara Asean perlu bekerjasama mempertahankan seni dan budaya serumpun agar tidak mudah dibolosi perkara-perkara negatif yang menular ke dalam masyarakat.

Misteri antara Candi Angkor Wat dan Candi Borobudur

Tahukah kamu?
Menurut legenda Kamboja, arsitek Angkor Wat adalah Gunadharma. Sedangkan dalam legenda budaya Indonesia disebutkan pula bahwa Gunadharma merupakan arsitek Candi Borubudur. Kalau memang benar Gunadharma yang dimaksud adalah pribadi yang sama, mungkin itu salah satu alasan mengapa ada kesamaan relief antara Angkor Wat dan Candi Borobudur.
Namun tak semua pakar setuju dengan hal ini. Beberapa pendapat menentang hal ini dengan alasan Angkor Wat dibuat pada abad ke-12 sementara Borobudur dibuat pada abad ke-9, tiga abad lebih awal daripada Angkor Wat. Pembuat Borobudur (tuan Gunadardharma) tidak bisa hidup selama itu.

0 komentar:

Posting Komentar

 

@Khata_Melda Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | Ugg Boots Sale | web hosting