Dalam KTT ASEAN ke-22 di Brunei Darussalam, tema yang
diangkat adalah “Menyatukan Rakyat, Menciptakan Masa Depan”, dengan pokok
perundingan pembangunan badan persatuan ASEAN, dengan tiga pilar yaitu Persatuan
Keamanan, Persatuan Ekonomi dan Persatuan Sosial dan Kebudayaan. Pembangunan
Badan Persatuan ASEAN itu harus dirampungkan sebelum 31 Desember 2015. Dengan ketiga pilar tersebut, bagaimana
mencapai tujuan pembangunan badan persatuan ASEAN? Mampukah negara-negara ASEAN
mewujudkan Menyatukan Rakyat, Menciptakan Masa Depan?
Kita perlu memahami Komunitas
ASEAN bukan hanya milik pemerintahan masing-masing negara. Komunitas ASEAN juga
milik seluruh warga negara dan seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu, setiap
warga negara di ASEAN harus bekerjasama membentuk persatuan Keamanan, Persatuan
Ekonomi dan Persatuan Sosial dan Kebudayaan.
Our People, Our future together adalah tema yang menjadi
pokok pembicaraan dalam KTT ASEAN ke-22 pada bulan April lalu di Brunai
Darusalam. Tema ini diusung untuk memperlihatkan
keseriusan negara anggota ASEAN kepada masyarakat dunia dalam mewujudkan komitmen
bersama untuk mencapai Komunitas ASEAN 2015. Tema ini dipandang sangat
strategis mengingat urgensi menuju Komunitas ASEAN 2015.
Sebelum membicarakan Pembangunan Badan Persatuan ASEAN mari kita terlebih dahulu meyepakati pengertian kata komunitas yang akan banyak terlibat dalam pembicaraan kali ini. Menurut Wikepedia Bahasa Indonesia, komunitas adalah sebuah kelompok sosial dari beberapa organisme yang berbagi lingkungan, umumnya memiliki ketertarikan dan habitat yang sama. Dalam komunitas manusia, individu-individu di dalamnya dapat memiliki maksud, kepercayaan, sumber daya, preferensi, kebutuhan, risiko dan sejumlah kondisi lain yang serupa. Komunitas berasal dari bahasa Latin communitas yang berarti "kesamaan", kemudian dapat diturunkan dari communis yang berarti "sama, publik, dibagi oleh semua atau banyak". (Wenger, 2002: 4). Menurut Crow dan Allan, Komunitas dapat terbagi menjadi 3 komponen: 1. Berdasarkan Lokasi atau Tempat Wilayah atau tempat sebuah komunitas dapat dilihat sebagai tempat dimana sekumpulan orang mempunyai sesuatu yang sama secara geografis. 2. Berdasarkan Minat
Setelah kita sepakat terhadap pengertian
kata komunitas mari kita membahas komunitas ASEAN dan tiga pilarnya yang
dideskripsikan melalui pembangunan badan persatuan ASEAN dalam pilar Persatuan Keamanan, Persatuan Ekonomi dan
Persatuan Sosial dan Kebudayaan.
Bagaimana cara kita mempersatukan negara anggota ASEAN menjadi
satu komunitas yang solid dalam tiga pilar yaitu Persatuan Keamanan,
Persatuan Ekonomi dan Persatuan Sosial dan Kebudayaan? Itulah yang menjadi
pertanyaan banyak pihak. Tak hanya blogger yang awam terhadap kebijakan ASEAN seperti
saya, tetapi juga para pemimpin negara anggota ASEAN. Untuk menjawab pertanyaan
itulah sebuah tema Our People, Our Future Together (Menyatukan Rakyat,
Menciptakan Masa Depan) sengaja diangkat dalam konfrensi tingkat tinggi.
Bukan perkara mudah menyatukan sepuluh negara dengan lebih
dari 700 juta kepala didalamnya. Seperti yang telah di katakana sebelumnya, komunitas
ASEAN tidak hanya menjadi milik negara atau pemerintah, melainkan harus menjadi
milik komponen bangsa. Setiap masyarakat harus mengambil manfaat dari penyatuan
komunitas tersebut.
Sudah
menjadi pengetahuan umum jika negara anggota ASEAN adalah negara yang kaya akan
suku, agama
dan kebudayaan. Tentu ini menjadi tantangan sendiri
karena banyak perbedaan yang harus disatukan. Menilik kembali masalah
persatuan, sebagai contoh, Indonesia negara dengan penduduk 200 juta jiwa yang
mempunyai semboyan Bhineka Tunggal Ika sampai hari ini pun masih terseret-seret
mengupayakan persatuan. Lalu bagaimana dengan ASEAN, bukankah persatuan menjadi
tantangan berat yang harus diwujudkan oleh Asia tenggara?
Sebagaimana yang kita ketahui perbedaan
tak hanya terlihat dari sektor sosial budaya, Ekonomi juga turut menyumbangkan
tugas perbedaan yang harus diselesaikan. Dengan mata telanjang tanpa mengunakan
pendekat ekonomi apapun tentu dengan sangat jelas kita dapat melihat perbedaan
yang tajam dalam perkembangan ekonomi di antara negara-negara ASEAN. Ini
menimbulkan banyak kesulitan dan tantangan dalam rencana pembangunan persatuan. Meski pada dasarnya, di antara tiga
pilar Persatuan ASEAN, kesulitan yang dihadapi dalam persatuan ekonomi yang
relatif kecil dikarenakan perkembangannya yang relatif cepat. Persatuan ekonomi
tetap harus mendapat sorotan.
Faktor ketidakstabilan secara politik dan geografis
dalam kawasan juga mejadi tantangan-tantangan yang harus dihadapi dalam proses
pewujudan target Persatuan ASEAN. Tahun-tahun terakhir menjelang pemberlakuan
komunitas itu, ASEAN juga harus menghadapi berbagai tantangan dan potensi ancaman,
baik menyangkut keamanan tradisional maupun nontradisional
Lalu bagaimana
menyatukan ASEAN dalam sebuah komunitas? Pertanyaan yang sejak tadi belum
terjawab.
Untuk membangun sebuah komunitas,
diperlukan komitmen seluruh angota beserta elemen tanpa terkecuali. Salah satu
syarat terbentuknya komunitas ASEAN adalah peran penting dari masyarakat ASEAN
dalam mewujudkan komunitas ASEAN. Untuk mewujudkan persatuan ASEAN dalam
tiga pilar utamanya, negara-negara yang tergabung di dalam ASEAN harus membangun
sebuah kebersamaan dan kekuatan serta memastikan tidak terjadi konflik yang
berujung pada perpecahan antara sesama negara anggota ASEAN. Perwujudan
komunitas ASEAN juga menuntut
berbagai pihak dalam komunitas ASEAN untuk pandai dalam hal menahan diri,
menghindari penggunaan kekuatan senjata atau ancaman militer, sehingga dapat
menyelesaikan perselisihan secara damai. Mengingat banyak faktor yang dapat
memicu terjadinya konflik diantara angota ASEAN seperti masalah perbatasan,
budaya dan kebijakan.
Pembangunan badan persatuan ASEAN juga akan dapat terwujud jika ketiga pilar (Persatuan Keamanan, Persatuan Ekonomi dan Persatuan Sosial dan Kebudayaan) berjalan koheren satu sama lain. Tidak ada pilar yang menjadi pokok perhatian dan pilar lain sebagai pelengakap. Ketiga pilar yang dianggap sebagai bahasan stategis dalam mempersatukan angota ASEAN harus termanajemeni dengan baik dan mendapat perhatian yang adil, sehingga ketiga pilar dapat berjalan beriringan dan pilar lain yang tidak termasuk dalam ketiga pilar utama tersebut dapat mengikuti dari belakang.
Mempersiapkan komunitas ASEAN 2015 yang didahuui
dengan pembangunan badan persatuan ASEAN mengharuskam ASEAN memiliki target jangka
panjang dan solusi terhadap semua kemungkinan yang akan terjadi pada perhelatan
yang menyangkut nasib lebih dari 700 juta manusia ini. Meski saat ini,
sebanyak259 kebijakan yang ditentukan dalam cetak biru Persatuan Ekonomi ASEAN
telah dilaksanakan dengan persentase kinerjanya mencapai 77,54 persen. ASEAN
tetap harus berfikir solusi dari setiap kendala yang akan dihadapi dalam
menjalankan Komunitas ASEAN 2015. ASEAN juga harus memikirkan langkah
selanjutnya setelah berhasil menghadapi tahun 2015.
Evaluasi
berdasarkan score card masing-masing negara anggota ASEAN juga
harus dijalankan dengan bijak agar usaha negara anggota dalam mendukung tiga
pilar ASEAN dapat teramati dengan jelas. Score card akan mencatat
kesanggupan negara-negara ASEAN dalam mengimplementasikan ketiga pilar ASEAN.
Apabila evaluasi dengan score card dapat
dijalankan dengan baik dan segala kendala teramati dengan seksama maka proses
mencari solusi akan lebih mudah untuk dijalankan sehingga kesiapan negara anggota
ASEAN dapat merata, tidak ada negara yang melangkah didepan sementara yang lain
tertinggal karena sebuah komunitas dapat tercapai jika anggotanya berjalan
beriringan.

0 komentar:
Posting Komentar